Orang Tua Jangan Otoriter, Ajari Anak Memilih Pendidikan Lanjutan untuk Masa Depan Terbaik

WPdotCOM — Program wajib belajar 12 tahun, mengharuskan semua siswa merencanakan pendidikan lanjutan setelah tamat SMA. Berbagai alternatif jalur seleksi ditawarkan untuk itu.

Jalur seleksi tersebut dihadirkan oleh pemerintah tersebut, dalam rangka mewujudkan cita-cita dan impian untuk dapat menjadi mahasiswa di perguruan tinggi yang diidam-idamkan. Sekolah dalam hal ini, tentulah sangat memegang peranan penting utk membimbing dan mengarahkan mereka melalui layanan bimbingan dan konseling. Ditujukan agar dapat memilih jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai dengan cita-cita. Sekaligus pertimbangan tanpa mengenyampingkan kemampuan intelektual, bakat, minat, kepribadian dan juga finansial orang tua. Berbagai persiapan sebagai perencanaan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, mutlak harus dilakukan semaksimal mungkin.

Sebagai individu yang akan menjalani dunia perguruan tinggi, dengan bekal yang telah dipersiapkan selama 3 tahun di SMA, ditambah dengan berbagai bimbingan dan konsultasi bersama guru BK di sekolah, akan membantu mereka dalam menetapkan arah yang jelas. Masing-masing siswa dapat memetakan perguruan tinggi yang akan dituju. Mereka dapat  memilih jurusan dan perguruan tinggi yang akan dijadikan sebagai pendidikan lanjutan nantinya.

Namun, di sinilah muncul permasalahan. Di mana tidak selamanya apa yang diharapkan sesuai dengan kenyataan. Begitu banyak persoalan yg muncul dan sering terjadi ketidaksamaan pendapat antara siswa dan orang tuanya, dalam memilih pendidikan tinggi yang akan dijadikan tempat menimba ilmu selanjutnya.

Seringkali orang tua dengan otoriter memaksakan kehendak pada anak. Bahkan tak jarang ada di antara orang tua yang sudah mempersiapkan jurusan dan perguruan tinggi untuk anaknya, tanpa berdiskusi terlebih dulu. Ironisnya, seringkali karena ketidakberdayaan anak  menentang keinginan orang tua,  dengan terpaksa menerima pilihan tersebut meski tidak sesuai dengan yang diinginkannya.

Persoalan ini menjadi masalah klasik yang selalu muncul setiap tahun. Dan berujung pada dilema anak “harus mau” mengikuti pilihan orang tua. Ketidaktahuan orang tua akan jurusan yang ada di perguruan tinggi, serta prospek karir yang akan dijalani setamat kuliah, seringkali menjadi penyebabnya. Hal itu diperparah dengan kondisi di mana ada di antara orang tua yang “mengkultuskan” salah satu jurusan. Dan “menjudge” jurusan lain sebagai jurusan yang tidak jelas masa depannya.

Menyikapi dilema tersebut, seyogianya duduk bersama antara orang tua dan anak. Saling membuka diri dan berdiskusi tentang alternatif pilihan jurusan dan perguruan tinggi yang akan dimasuki nantinya. Sebagai orang tua, sudah sepatutnya untuk mengarahkan dan mendukung pilihan anak. Mengajarkan kemandirian kepada anak untuk merencanakan masa depan yang akan dijalani. Sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertanggungjawab terhadap pilihan masa depannya. Mari lebih bijak, ajak anak berpikir sebagai seorang dewasa.

Penulis: Riza Umami, S.Pd (Guru SMAN 2 Padangpanjang)

Tinggalkan Balasan