oleh

Puisi: Sebuah Renungan

SEBUAH RENUNGAN

:untuk anak didikku

Blibli.com

 

adakah tengiang di telingamu

jeritan yang melelahkan

meneriakkan getir, dan

pahitnya kehidupan

 

atau, pernahkah

terlintas di benakmu

erangan panjang  kesakitan

menyiksa relung

persendian

 

tiga tahun teramat panjang, nak

banyak cerita telah engkau lalui

berbagi suka dan duka

berbaur dalam tindak

dan tutur

sedih, bahagia

marah, benci, dendam

kadang kata jengkelkan jiwa

 

masih pantaskah engkau beroleh maaf

dari seorang guru pada anak didiknya

bukanlah maaf penguasa

pada rakyat jelata

 

“maaf seorang guru adalah butiran embun di pagi hari

penyejuk jiwa pendamai rasa”

 

nak,

dalam masa itu

banyak lorong telah engkau lewati

terkadang samar dan kelabu

namun, masih ada secercah sinar

di antara gelap menggulita

 

raihlah…

sinar itu

tuntun jalanmu

agar esok gemilang

 

ambil kemudi arungi samudera

patrikan dalam jiwa pacu laju kereta

rebut jiwamu, kepribadianmu

yang pernah tercampak

di sudut lorong

bawah

sadar

mu

 

pergilah!

tak perlu bertahan lebih lama

kembalilah nanti

membawa

bakti

 

Penulis: Rabiyatul Adawiyah (Guru SMAN 2 Padangpanjang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *