oleh

Guru Pedalaman Berbagi Website E-Learning Online Gratis

WPdotCOM — Berbagai aksi dilakukan baik komunitas juga perorangan, organisasi massa, organisasi politik baik edukasi tentang Covid-19 maupun secara materi/finansial sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.

Kelompok-kelompok maupun person-person tersebut telah dan akan terus ikut ambil bagian dalam memberikan bantuan berupa seperti ember/tong dan sabun cuci tangan, masker, hand saniziter, penyemprotan cairan disinfektan juga sembako bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

Demikian dungkapkan  Martinus Albert Kamalera, S.Pd, guru seni dan budaya pada SMPN 5 Lebatukan-Kabupaten Lembata-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) saat warta pendidikan mendatangi di kediamannya, Lorong Sengsara-Kelurahan-Lewoleba Barat-Kecamatan Nubatukan-Kabupaten Lembata-NTT Selasa (5/5).

Menurut Erik Kamalera, motivasi awal sekaligus alasan utama yang mendorong dirinya membuat aplikasi website e-learning gratis ini yakni sebagai salah satu bentuk donasi bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Ia mengisahkan, saat mengikuti percakapan di media sosial facebook, banyak sekolah yang mencari tahu aplikasi apa yang cocok digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan di masa pendemi Covid-19.

“Atas pertanyaan-pertanyaan netizen, saya pun tergerak dan mulai mendesain sebuah website e-learning gratis dengan nama laman www.examweb.online yang penggunaannya diprioritaskan di masa pandemi Covid-19 ini. Usai pandemi, website e-learning ini akan saya ubah menjadi berbayar,” ungkapya.

Erik mengungkapkan, diriya sangat bersyukur karena setelah website e-learning ini diluncurkan ada 1000 sekolah tersebar di seluruh Indonesia yang telah menggunakannya untuk mengumumkan kelulusan siswanya secara online.

Dari 1000 sekolah menurutnya, hanya dua sekolah di wilayah Jawa yang respon dengan memberikan ucapan terima kasih kepadanya melalui group telegram atas pembuatan website e-learning ini. Ada juga beberapa sekolah yang memberikan tanggapa berupa donasi sesuai kemampuan sekolah.

Ia mengatakan, terkait nama-nama sekolah yang menggunakan aplikasi website e-learning yang didesainnya, belum dicek satu persatu sebab hanya mengetahui jumlah sekolah pengguna melalui admin sekitar 1000 sekolah.

Baca Juga:  Tinjau PJJ di SLB, Nadiem: “Sumber Inspirasi Pembelajaran”

“Mungkin ini cara yang bisa saya lakukan sebagai bentuk sumbangan saya untuk masyarakat khususnya lembaga-lembaga pendidikan yang kesulitan mendesain website e-learning untuk kepentingan sekolah di masa covid-19,” ujar guru Seni Budaya ini dengan senyum sumringah.

Menurut guru lulusan Sendratasik Universitas Widya Mandira Kupang ini, fitur-fitur dari website e-learning yang disesainnya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah-sekolah saat ini seperti pengumuman kelulusan, kenaikan kelas, absensi siswa, penugasan, RPP per KD beserta bahan ajar dan juga materi bagi siswa. Ada juga fitur untuk nilai harian, juga fitur untuk guru Bimbingan Konseling (BK).

Menurutnya, dalam proses pembelajaran, guru langsung membuat soal dan siswa langsung mengerjakan secara online sekaligus guru bisa  menilai langsung. Terkait soal isian ia mengatakan, jawaban siswa mesti persis sama dengan kunci jawaban di komputer/android.

Ia menambahkan, apabila ada perbedaan huruf atau kata maka jawaban siswa dinyatakan salah. Sementara itu menurutnya, apabila siswa setelah mengikuti pembelajaran di sekolah dan belum memahami dengan baik materi yang diajarkan maka setelah kembali ke rumah siswa dpaat mengakses kembali di laman website tersebut untuk belajar di rumah.

“Saya coba menyiapkan dan ternyata banyak sekolah yang respon sangat baik. Khususnya di Lembata responnya masih sangat kurang. Mungkin karena para guru dan sekolah mau menggunakan tetapi kendalanya banyak siswa tidak memiliki android juga jaringan internet yang buruk padahal banyak guru muda menguasai sistem digitalisasi,” ujarya berkisah.

Mantan guru SMAN 2 Nubatukan Lewoleba-Kabupaten Lembata-NTT ini berharap, aplikasi website e-learning gratis yang disiapkannya ini dapat menjadi daya tarik lembaga-lembaga pendidikan untuk menggunakannya.

Menurutnya, aplikasi ini telah dibuatnya sebelum pandemi covid-19. Begitu diumumkan sekolah dan kerja dari rumah, aplikasi ini saya jadikan sebagai bentuk solidaritas dari kami sekeluarga untuk masyarakat khususnya satuan-satuan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:  500-an Warga Desa Labalimut-Lembata Ikut Konsumsi Ramuan Lokal demi Mencegah Covid-19
Tampilan Halaman Dashboard Admin Sekolah yang Didesain Pak Erik Kamalera dan Sudah Digunakan 1000 Sekolah di Seluruh Indonesia

Ia mengatakan, aplikasi ini memacu anak-anak untuk menggunakan teknologi modern meski realitasnya di kampung-kampung para siswa belum memiliki android juga jaringan internet yang nagadat. Padahal lanjutnya, guru-guru di kampung didominasi oleh guru-guru muda yang memiliki skill teknologi yang cukup mumpuni.

“Perlu adanya pembelajaran kolaboratif dalam hal sistem digitalisasi seperti ini. Mungkin saya memiliki skill dalam mendesain aplikasi website e-learning tetapi saya juga mesti belajar dari rekan-rekan sejawat yang lainnya berkaitan dengan aplikasi lain yang mereka desain. Semuanya demi penguatan kapasitas kelembagaan dan juga penguatan kapasitas komunitas pembelajar professional di kalangan guru,” imbuhnya.

Ia menegaskan, tuntutan digitalisasi, pengembangan website dan mengolahnya untuk mengembangkan kewirausahaan di zaman digital ini memaksa setiap orang untuk menekuninya.

“Jurusan pendidikan saya memang tidak linear degan apa yang saya geluti saat ini. Namun semuanya saya belajar otodidak dari google dan youtube. Jika malas membaca, nonton di youtube langsung praktek,” ujarnya.

Menurutnya, banyak orang yang mampu di bidang desain aplikasi tetapi tidak mau menekuninya. Padahal dunia digital sudah sangat terbuka hanya saja lanjutnya, banyak orang kurang kreatif dan kurang memiliki gagasan brilian untuk menciptakan inovasi digital seperti yang dibuatnya.

Ia juga menuturkan, ada website Conten Manajemen Sistem (CMS)  wordpress dimana aplikasinya sudah ada hanya tinggal diinstal untuk digunakan. Namun ia mengatakan, wordpress itu buatan orang luar negeri sehingga konten atau fitur-fitur yang ada di dalamnya tentu dibuat sesuai kebutuhan mereka bukan kebutuhan kita di Indonesia.

Lebih lanjut ia mengatakan, website e-learning yang didesainnya tentu sesuai dengan kebutuhan lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia saat ini. Jadi, sekolah yang mau menambah fitur baru dalam aplikasi ini bisa menghubunginya atau menginstal aplikasinya di website sekolah jika memiliki website berbayar, versi order/versi mandiri.

Baca Juga:  Usai Tinjau Posko Penanganan Covid-19, Thomas Ola Sambangi “Rumah Waienga”

Guru muda dua anak ini berpesan, jikalau sekolah-sekolah tidak mau direpotkan atau disibukkan dengan cara surat menyurat yang konvensional atau memberikan pengumuman secara gelondongan entah melalui facebook maupun whatsApp group, sebaiknya segera bergabung ke lawan website www.examwed.online ini.

Pewarta: Albertus Muda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *