oleh

Matematika Ramadhan

WPdotCOM — Setelah mengakhiri bulan Sa’ban, kita  bersiap-siap pindah ke awal bulan, seraya berdoa,:” Ya Tuhan tampakkan bulan itu kepada kami, dengan membawa berkah, kepercayaan, keselamatan, dan penyerahan diri, pemeliharaku dan pemeliharamu adalah Tuhan”. (HR. Tirmidzi).

Maka kita akan menyambut datangnya bulan Ramadhan, tentunya dengan kegembiraan tersendiri, karena kita masih dipertemukan bulan suci ini, yang sebelumnya didahuli dengan penentuan awal Ramadhan oleh pemerintah yang telah menggelar sidang isbat, yang menggabungkan dua pendekatan, yaitu metode rukyah dan hisab. Metode rukyah adalah menentukan awal bulan dengan cara melihat atau menyaksikan langsung, baik dengan mata telanjang maupun memakai bantuan alat, sehingga jika sudah muncul, hilal akan  nampak seperti garis lengkung tipis, yang berarti kita sudah memasuki bulan baru, yaitu Ramadhan. Sedangkan metode hisab adalah penentuan awal bulan dengan perhitungan untuk memperkirakan ketinggian hilal yang menjadi pertanda telah memasuki bulan baru, dengan ditandai hilal sudah berada pada ketinggian diatas nol derajad,yang biasanya perhitungan jadinya sudah tertera di kalender hijriyah, sebagai tanggal satu bulan baru. Metode ini juga berfungsi jikalau pada kegiatan rukyah terhalang terutama mendung yang menyelimuti atau bahkan menutupi hilal sehingga tidak bisa kelihatan.

Setelah tanggal 1 Ramadhan ditetapkan oleh pemerintah, maka kitapun berdoa lagi, “ Ya Allah, selamatkan aku untuk Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan selamatkan Ramadhan dariku.” Juga ketiga menyongsong Ramadhan dengan berucap; “Marhaban ya Ramadhan”, baru memulai agenda-agenda Ramadhan sebulan penuh. Dengan kata lain kita akan segera melaksanakan ritual-ritual Ramadhan selama sebulan, syukur-syukur ditambah enam hari di bulan Syawal.

Langkah awal yang paling gampang dikerjakan adalah menunggu waktu masuk sholat magrib, barulah sholat magrib berjamaah, zikir sesudah sholat dan sholat sunah yang diperlukan, berdoa seperlunya, kemudian memantapkan bahwa pemerintah telah mengumumkan penetapan 1 Ramadhan di berbagai media. Menuju langkah berikutnya menunggu lagi masuk waktu sholat isa’, sholat isa’ berjamaah, zikir sesudah sholat dan berdoa, sholat sunah seperlunya, baru kemudian meniatkan diri untuk berpusa Ramadhan untuk besuk siang harinya. Karena tidak sah puasa seseorang jika tidak niat puasa di malam harinya, namun niat puasa boleh di awal, tengah, maupn akhir malam, yang penting dimalam harinya dan diniatkan dalam hati saja, karena niat itu pekrjaan hati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *