oleh

Menyambut Sukses dalam Bayang-Bayang Covid-19; Sebuah Catatan Pengumuman Kelulusan Kelas XII

WPdotCOM — Setelah 3 (tiga) tahun bergumul dalam proses belajar, bersosialisasi diri dan juga tak terlepas dari kerja keras, akhirnya tiba waktunya hasil diumumkan.

Kesan kali ini memang beda karena pengumuman kelulusan disampaikan secara online. Virus Corona Deases 19 (Covid-19) menjadikan pengumuman kelulusan tahun 2020 menjadi agak mondial.

Lebih uniknya, angkatan tahun ini pun lulus tanpa ujian nasional (UN). Tidak serta merta kita menstigma mereka angkatan yang lulus karena covid-19. Memang isu berhembus dihapuskannya UN sudah sejak sebelum pandemi Covid-19 menyerang 112 negara termasuk Indonesia. Keuntungannya, para siswa kelas XII tidak lagi berbondong-bondong ke sekolah menerima amplop tanda dinyatakan lulus/tidak lulus.

Kita mesti jujur mengakui bahwa karena pandemi Covid-19 maka proses begitu cepat. Meskipun demikian, kita sebaiknya tidak serta merta menilai instan pada angkatan ini. Memang proses yang terjadi tentu jujur kita akui bahwa jidat para pengajar dan pendidik tampak berkerut dan kusam. Namun itulah proses yang mesti dilalui oleh seluruh satuan pendidikan di seantero Nusantara ini.

Setiap lembaga pendidikan tidak menafikan kondisi riil ini. Satu hal yang coba penulis pelajari adalah bahwa anak-anak satu dengan yang lainnya adalah unik. Pengakuan ini, oleh penulis mesti ada dalam diri setiap guru dan pendidik agar mampu mencari solusi atas persoalan internal (sekolah) dan juga eksternal (keluarga dan masyarakat).

Resiko yang harus ditanggung setiap satuan pendidikan, mampukah sekolah menjamin kenyamanan bagi siswa. Selain itu, tersedianya infrastruktur penunjang di sekolah juga jarak tempuh rumah sekolah tentu menjadi pertimbangan pemilihan sekolah oleh siswa dan orangtua murid.

Namun kualitas seluruh stakeholder dalam lembaga pendidikan pun menjadi nilai tawar bagi masyarakat untuk memilih sekolah bagi anak-anak mereka. Kualitas bisa meliputi ketersediaan guru sesuai kualifikasinya, jumlah rombel sesuai dengan ketersediaan ruang belajar, tenaga pegawai dan tata usaha yang kompeten di bidangnya, pustakawan yang kompeten di bidangnya dan siap melayani dengan senyum, sapa, salam.

Terpenuhinya kegiatan ekstrakurikuler wajib yakni pramuka juga bentuk-bentuk pengembangan diri lainnya termasuk penerapan sistem pembelajaran yang selalu dievaluasi oleh seluruh stakeholder dalam lembaga tersebut.

Manjurnya Gebrakan Bersama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *