RSUD Lembata Mendapat Donasi dari Wahana Visi Indonesia (WVI) NTT

WPdotCOM, Lembata — Wahana Visi Indonesia (WVI) menyadari bahwa mereka tidak sendirian. Meskipun ada lokus pelayanan yang menjadi sentral prioritas dari WVI NTT, namun kesadaran akan misi kemanusiaan menggedor nurani mereka untuk ikut ambil bagian dalam aksi peduli memutus mata rantai Covid-19 yang semakin tak kenal kompromi.

Selain Kota Kupang dan wilayah Timor, WVI NTT memperluas jangkauan pedulinya dengan berani menembus batas pulau menyusuri lautan ganas, menapaki jalan terjal demi menjumpai para awak kesehatan, garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di masa pandemi covid-19 di wilayah kabupaten satu pulau, negeri ikan Paus, Lembata-NTT.

Donasi berupa bantuan alat pelindung diri (APD) dan fasilitas cuci tangan kepada tenaga kesehatan di RSUD Lembata pun mereka layangkan. Berhubung sedang dalam masa pandemi covid-19 maka penyerahan bantuan tidak diberikan langsung oleh pihak WVI.

Wahana Visi Indonesia NTT tidak sendirian. Narahubung wilayah Kabupaten Lembata pun langsung dihubungi. Bantuan yang diberikan oleh Zonal Manager WVI Wilayah NTT, Ezer Sembiring, melalui Program Manager Moringa WVI NTT, Mesiany Hortensia selanjutnya dikirim via jasa Expedisi KWT 2 ke kabupaten Lembata.

Albertus Muda, narahubung WVI NTT di Lembata (kanan) menyerahkan bantuan APD secara simbolis kepada dr. Bernardus Yoseph Beda, Direktur RSUD Lembata-Provinsi NTT.

Albertus Muda, narahubung WVI NTT di Lembata mengatakan, paket bantuan berupa APD bagi petugas kesehatan dan fasilitas cuci tangan untuk RSUD Lembata telah tiba pada Rabu (20/5) lalu, bersamaan dengan tibanya KM. Ile Mandiri di pelabuhan Waijarang, Kabupaten Lembata.

Menurut Albert, paket yang dikirim tidak diantar langsung oleh pihak expedisi ke tempat tujuan, dalam hal ini RSUD Lembata karena semua pelaku perjalanan mesti mengikuti protap dengan menjalani masa karantina sesuai protap yang ditentukan.

“Setiap pelaku perjalanan tidak diperkenankan kembali ke rumah sebelum diobservasi di posko karantina. Mereka wajib menjalani karantina maka kami diminta untuk menjemput langsung paket bantuan di pelabuhan Waijarang,” ujarnya berkisah.

Lebih lanjut menurutnya,…

Tinggalkan Balasan