Meneropong Gelora Penulis Sastra Pemula di SMA Don Bosco Padang

WPdotCOM, Padang — Indonesia kaya dengan penulis berbakat yang sebarannya bukan hanya di kota tetapi juga di daerah-daerah pelosok.

Meningkatnya jumlah penulis pemula berbakat dapat dibuktikan melalui karya sastra produktif yang mereka hasilkan. Selain itu, produktivitas para penulis senior pun semakin tak tertandingi di persada Nusantara ini.

SMA Don Bosco salah satu sekolah Katolik yang bermarkas di Kota Padang pun memiliki sekian penulis pemula berbakat yang bersitan karyanya kini sedang mengharumkan nama alma mater tercinta.

Kekompakan dan kemauan menulis siswa-siswi di SMA Don Bosco barangkali diinspirasi gagasan Friedrich Nietszche yang mengatakan, penulis yang baik tak hanya memiliki semangatnya sendiri, tetapi juga semangat teman-temannya.

Nadya Putri Kristiando Dawolo yang akrab disapa Nadya, siswa kelas XI SMA Don Bosco Kota Padang yang pada Tahun Ajaran Baru mendatang menapaki masa studinya di kelas XII mencoba membagi kisah menulisnya bersama teman-teman dan gurunya sehingga dari kumpulan karya mereka lahirlah sebuah buku antologi cerpen yang berjudul, “Aku, Dirimu dan Kisah Kita”.

Nadya Putri Kristiando Dawolo, Cerpenis Muda SMA Don Bosco Padang, Pemenang Ketiga Lomba Menulis Cerpen se-Kota Padang.

“Saya memang suka menulis sejak sekolah dasar (SD). Kala itu saya memiliki kebiasaan menulis berita saat kegiatan ekstrakurikuler pahlawan cilik. Ketika masuk sekolah menengah pertama (SMP), saya aktif di kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik sehingga bisa menulis berita untuk dimuat di majalah sekolah kami,” ujar gadis belia berparas ayu ini.

Saat masuk di SMA Don Bosco, Nadya semakin termotivasi untuk menulis karena semenjak duduk di bangku kelas X, dirinya tertarik dengan mata pelajaran bahasa Indonesia juga sosok ibu Farida Zai yang menurutnya sangat inspiratif karena cara mengajarnya membuat dirinya nyaman dan betah.

“Semangat saya untuk menulis semakin menanjak tatkala ibu Farida mengajak saya dan beberapa teman untuk mengikuti lomba menulis cerpen. Bermula dari partisipasi saya dalam lomba ini, saya pun mulai termotivasi untuk terus menulis. Apalagi saya masuk nominasi dan menjadi pemenang ketiga dalam lomba menulis cerpen se-Kota Padang” ujar Nadya.

Selain dukungan dan motivasi dari ibu Farida sebagai guru mapel bahasa Indonesia di sekolahnya, orangtua Nadya pun terus memberi dorongan dan dukungan kala melihat bakat, talenta dan minat dalam dirinya perlahan mulai teraktualisasi. Menurutnya, apa pun yang dilakukannya yang penting itu hal yang positif sangat didukung oleh kedua orang tuanya.

“Orang tua saya terus…

Tinggalkan Balasan