Para Kepala Sekolah SD se-Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata Bersedekah

Berita Daerah43 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WPdotCOM, Lembata — Kepedulian tentu memiliki cakupan makna yang sangat luas. Secara langsung maupun tak langsung telah dilakukan berbagai bentuk kepedulian baik orang per orang maupun secara kelompok.

Beberapa bulan belakangan ini kita menyaksikan di mana-mana ada berbagai gerakan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak covid-19. Kali ini, kepedulian itu datang dari para kepala sekolah SD yang dialamatkan kepada ibu Sofia Peni yang saat ini dan ke depannya berjuang seorang diri mengasuh anak-anaknya.

Shopee Indonesia

Mama Sofia Peni menjadi sasaran penerima bantuan bukan pertama-tama karena ibu tiga anak ini terdampak covid-19 melainkan karena suaminya yang adalah tulang punggung keluarga saat ini menghuni hotel prodeo karena ulahnya yang secara hukum melanggar UUD perlindungan Anak dan Perempuan.

Shopee Indonesia

Melihat kondisi mama Sofia Peni seperti itu dan juga anak Yuliana Peni yang akrab disapa Yuni selaku korban kekerasan seksual yang selama ini tinggal bersama mama Sofia yang nota bene mama kecilnya, menggugah rasa kemanusiaan para kepala sekolah SD di Kecamatan Nubatukan untuk mendonasikan satu dua rupiah kepada mama Sofia dan anak Yuni.

Dalam kesempatan penyerahan bantuan Sabtu (5/6), Veronika Ose Pukan selaku Kepala Sekolah SDN Pada mengisahkan, tiga anak kandung mama Sofi dan Yuni anak dari adik perempuan mama Sofi selama ini diasuh dan dididik di SDN Pada-Kecamatan Nubatukan-Kabupaten Lembata-Provinsi NTT.

Veronika Ose Pukan, Kepala Sekolah SDN Pada Kecamatan Nubatukan-Kabupaten Lembata-Provinsi NTT (kedua dari kanan) Bersama Para Kepala Sekolah SD dalam kesempatan penyerahan bantuan kepada kepada anak Yuliana Peni dan ibu Sofia Peni.

Veronika mengapresiasi bapak/ibu Kepala Sekolah yang memiliki kepedulian sangat tinggi kepada Yuni yang mengalami kekerasan seksual. Demikian juga mama Sofia yang harus hidup tanpa suaminya dan juga ketiga anak dan dua ponakan yang harus hidup tanpa ayah mereka entah berapa tahun lamanya menjalani hukuman.

Menurut Vero Pukan, anak Yuni merupakan siswi pindahan dari SDI Leudawan pada bulan Juni tahun 2019 silam. Ketika masuk, dia diterima dan diasuh di SDN Pada. Ia mengatakan, dalam kunjungan ke rumah ibu Sofi, ternyata mereka menemukan bahwa keluarga ini mengalami banyak kesulitan.

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com