Terbitkan Panduan, Dirjen GTK: “Guru Harus Kreatif Memodifikasi Materi Pembelajaran”

WPdotCOM, Jakarta — Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Iwan Syahril, menyebut Kemdikbud akan mengeluarkan panduan terkait kenormalan baru (new Normal) untuk dunia pendidikan.

Namun sebut Iwan lagi, panduan umum itu hanya panduan umum, karena Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Kemdikbud tidak tahu pasti bagaimana kondisi siswa di daerah.

“Segera ada pengumuman panduan, namun itu berupa panduan umum. Yang paling tahu siswanya adalah guru dan sekolah,” kata Iwan menjawab permintaan salah seorang peserta webinar “Kesiapan dan Adaptasi Kepemimpinan dan Manajemen Sekolah Menyongsong ‘New Normal’ Pendidikan” akhir pekan kemarin.

Iwan menjelaskan panduan yang akan diberikan bersifat umum saja, terkait protokol kesehatan dan berbagai hal umum di era “New Normal”. “Sebagai catatan, yang terpenting adalah apa yang terbaik untuk murid, itu merupakan pedoman guru dan sekolah< sambung Iwan.

Sementara itu terkait RPP, Iwan menegaskan bahwa orientasi merdeka belajar adalah hasil belajar siswa serta melayani kebutuhan pendidikan murid. “Jadi kita sederhanakan RPP agar guru bisa leluasa untuk mengawasi murid,” kata Iwan.

Iwan juga menjelaskan, terkait modifikasi revisi kurikulum di masa New Normal, yang paling tahu adalah guru dan sekolah. Dia juga kembali menegaskan bahwa kurikulum saat ini berpegang kepada bagaimana siswa.

“Jangan seperti sebelum-sebelumnya, kalau murid tidak bisa murid yang salah. Sekarang guru proaktif, lihat ke bawah, apa yang jadi kebutuhan murid itu panduan kita. Kurikulum 2013 asumsinya kelas 5 misal sudah tahu berbagai hal, tapi kelas 4 hanya 70 persen karena terganggu situasi sekarang ini, jadi jangan ke pembelajaran kelas 5 dulu tapi selesaikan kelas 4 dulu. Harus lebih kreatif untuk modifikasi ini, guru yang tahu kondisi. Bukan apa tapi bagaiman orientasi itu,” tegas Iwan.