Pandemi Covid dan Tantangan Bagi Dunia Pendidikan

WPdotCOM – Di bulan Agustus tahun 2020, di mana bulan ini menjadi tonggak sejarah  perjuangan bangsa untuk bisa merdeka dengan proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh bung Karno dan bung Hata. Teringat bagaimana tokoh bangsa tersebut membacakan proklamasi kemerdekaan dengan penuh semangat dan keberanian bung Karno membacakan teks proklamasi yang di dampingi oleh bung Hatta.

Melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini, yang sedang dihadapkan pada pandemi Covid-19, yang belum berakhir hingga kini, tidak hanya menyebabkan kembalinya ke titik kesadaran bahwa bangsa harus bangkit dari keterpurukan yang di akibatkan dari efek Covid-19. Bangsa Indonesia khususnya pemerintah dan rakyat, harus bahu-membahu untuk bekerjasama dalam menuju bangsa yang kuat baik secara ekonomi, budaya dan pertahanan keamanan.

Melihat sejarah bangsa untuk bisa mencapai suatu kemerdekaan dengan penuh patriotisme dan nasionalisme, perlu dicontoh dan diaktualisasikan dalam mengisi kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari, dan dari segi ekonomi. Bangsa indonesia harus memilki etos kerja dan tahan banting dalam berusaha.

Untuk itu perlu adanya pendidikan yang konsiten dan terarah bagi generasi bangsa, mulai dari anak-anak ketika di sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Seperti disampaikan pemerintah, di tahun 2030-2040, menurut data dari liputan6.com yang ditulis  Fitri Haryanti Harsono, Indonesia mendapat bonus demografi di mana bangsa Indonesia memiliki warga usia produktif umur 15-64 tahun. Lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif atau usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun. Penduduk usia produktif mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.

Semuanya adalah jumlah yang perlu diasah dan tentunya dengan usaha dan kombinasi yang sehat antara pemerintah dan rakyat. Karena masa ini di mana generasi muda harus memiliki bekal ilmu yang cukup untuk menghadapi era ke depan yang penuh dengan tantangan dari segala lini, baik di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan budaya.