Penerbitan Kurikulum Darurat di Masa Pandemi Kurangi Beban Guru dan Siswa

Berita Nasional21 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WPdotCOM, Jakarta – Di tengah masa kebiasaan baru ini banyak kendala yang dirasakan oleh guru, orang tua dan juga siswa.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril menyampaikan, fleksibilitas tetap menjadi prinsip, kurikulum darurat atau kurikulum kondisi khusus. “Kurikulum kondisi khusus ini juga untuk mengurangi beban guru dan siswa,” kata Iwan dalam webinar beberapa hari lalu.

Shopee Indonesia

Iwan juga menyebutkan, pembelajaran di masa pandemi ini perlu dilakukan asesmen diagnostik yang dilakukan secara berkala di semua kelas. “Asesmen ini untuk mendiagnostik kondisi kognitif dan non kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh,” tuturnya.

Shopee Indonesia

Selaras dengan penerbitan Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020, pada webinar tersebut dijelaskan tentang Pedoman Pelaksanaan pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.  Pedoman ini untuk memfasilitasi satuan pendidikan dalam kondisi khusus yang dapat menggunakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Selain itu, pada kesempatan yang sama Kemendikbud juga meluncurkan modul khusus untuk PAUD dan SD yang bisa menjadi panduan tidak hanya untuk guru, tapi bagi orang tua dan siswa.

Sementara itu, selain Iwan, juga hadir dalam webinar tersebut Titik Nur Istiqomah, seorang guru penggerak Komunitas Guru Belajar Kabupaten Magelang, dan Lula Kamal, pegiat pendidikan dan parenting influencer.

Sebagai narasumber pertama, Titik Nur Istiqomah berbagi praktik baik yang dilakukan di sekolah dan memberikan banyak tips terkait pengalaman dan kiat-kiat menghadapi dinamika di masa pandemi.

“Pembelajaran di kondisi ini harus berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran,” ujar Titik.

Titik juga berterima kasih kepada Kemdikbud atas terbitnya Keputusan Mendikbud Nomor 719/P/2020. “Keputusan ini sangat membantu para guru khususnya dalam menyederhanakan kompetensi dasar yang dapat dipilih sesuai kebutuhan satuan pendidikan,” kata Titik.

Sementara itu,  Lula Kamal sebagai narasumber selanjutnya menyampaikan aturan utama belajar. “Belajar itu harus menggembirakan,” tuturnya.

Selanjutnya, Lula juga menjelaskan tahapan belajar dalam kehidupan, tips bahagia belajar di rumah dan beberapa hal penting pembelajaran anak. (gtk)

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com