Kembangkan Potensi Santri, Kementerian Agama akan Bekali dengan Computational Thinking (CT)

WPdotCOM, Jakarta – Kementerian Agama ( Kemenag) terus meningkatkan kompetensi dan kualitas siswa di madrasah. Info terbaru, Kemenag akan membekali siswa madrasah dengan Computational Thinking (CT).

Computational Thinking (CT) adalah proses berfikir untuk memformulasikan persoalan dan solusinya secara efektif, efisien, dan optimum. Sehingga solusi tersebut bisa efektif dilakukan oleh sebuah agen pemroses informasi, seperti komputer, robot, dan manusia.

“Saya harap penerapan CT pada madrasah di Indonesia dapat cepat dilakukan. Siswa madrasah juga diharapkan dapat segera berpartisipasi dalam kompetisi CT,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani dalam keterangannya, seperti melansir laman resmiKemenag, Rabu (9/9).

Nantinya, kata dia, bagi madrasah yang sudah mempraktikkan CT, maka bisa ditingkatkan ke level dan programing. Demi menyukseskan program CT ini, Kemenag bakal menggandeng Bebras Indonesia.

Pembekalan CT dilakukan bertahap

Lewat Bebras Indonesia, nantinya siswa madrasah akan diberi pembekalan ilmu CT. Pembekalan CT akan dilakukan secara bertahap, dengan piloting madrasah di daerah Salatiga dan sekitarnya.

“Piloting di Salatiga, karena dosen-dosen IAIN Salatiga sudah pernah menerapkan tantangan Bebras CT di beberapa siswa madrasah di pesantren,” tegas dia.

Program kerjasama CT ditandatangani secara virtual oleh Muhammad Ali Ramdhani bersama Ketua Bebras Indonesia Inggriani Liem. Disaksikan juga oleh Sekretaris Bebras Indonesia Adi Mulyanto serta Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag Ahmad Umar.

Selain penandatanganan tersebut, ada juga penandatanganan MoU antara Muhammad Ali Ramdhani dengan Rektor IAIN Salatiga Zakiyudin. (sumber: kompas.com /Ilustrasi foto: Hilda B Alexander/Kompas.com)