oleh

Pembinaan Karakter Siswa di Masa Pandemi

WPdotCOM – Kebijakan pemerintah yang mewajibkan bagi siswa dan guru untuk melaksanakan pembelajaran yang dilaksanakan dari rumah, sudah berlangsung beberapa bulan ini bagi daerah zona oranye dan merah.

Apabila suatu daerah diindikasi zona hijau dan kuning, maka pelaksanaan pembelajaran boleh dilaksanakan secara tatap muka. Itu pun dengan beberapa aturan yang harus dilaksanakan, di antaranya memakai masker, jaga jarak, sering cuci tangan dan mematuhi protokol kesehatan dan  lainnya.

Blibli.com

Dalam pembelajaran tatap muka, tentunya guru tidak kesulitan menanamkan karakter yang baik kepada siswanya melalui pembiasaan dan contoh tauladan di lingkungan sekolah. Semua bisa dilaksanakan karena siswa melihat langsung dan mengalaminya dalam keseharian di sekolah. Bertemu dengan guru berjabat tangan, salam, sapa dan santun. Guru bisa langsung memperbaiki, menegur bagi siswa yang berkarakter dan bersikap tidak baik.

Nah, bagaimana menanamkan karakter dalam pembelajaran daring? Dalam pembelajaran daring atau tatap maya,  tentunya sulit untuk menanamkan karakter-karakter yang baik bagi siswa, karena tidak bertemu dan mencontohkan langsung kepada  siswa.

Tetapi setiap kesulitan tentu ada kemudahan di baliknya. Tergantung bagaimana kita menyikapi. Pendidikan karakter adalah sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Karakter yang   bisa ditanamkan kepada siswa di antaranya adalah karakter iman dan taqwa, disiplin, tepat waktu, cinta tanah air, suka bekerja keras, dll.

Sama dengan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran daring juga mempunyai beberapa kelas virtual. Pembelajaran yang dilaksanakan tetap ada kegiatan pendahuluan, inti, dan kegiatan penutup. Pada kegiatan pendahuluan dan kegiatan penutup, contoh penanaman karakter iman dan taqwa, adalah sebelum memulai pembelajaran diawali dengan berdoa. Guru dapat membuat pesan teks atau pesan suara di forum kepada siswa. Dalam pesan tersebut, dicantumkan doa memulai pelajaran dan mengakhiri pelajaran.

Guru juga dapat mempergilirkan siswanya untuk membaca Alquran beberapa ayat sebelum memulai pembelajaran. Jika pada hari tersebut tidak ada jadwal untuk Vidcon dengan siswa, maka siswa sesuai urutan absen  mengirimkan pesan suara membacakan beberapa ayat Alquran. Guru dan siswa lain menyimak bacaan Alquran dari ponsel atau laptop masing-masing.

Pada saat pembelajaran, guru mengaitkan mata pelajaran dengan ayat-ayat Alquran, sehingga dapat menggugah siswa untuk mentadaburi isi Alquran. Memperhatikan kebesaran pencipta melalui ilmu pengetahuan. Pada kegiatan penutup, guru bisa mengingatkan siswanya untuk tidak lupa melaksanakan shalat tepat waktu, memberikan motivasi dan pesan kepada siswa untuk selalu menjaga ibadahnya.