oleh

Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, Guru Pun Juga Jenuh

WPdotCOM – Maret 2020 merupakan awal bulan di mana negeri ini dinyatakan harus berduka sedikit demi sedikit. Hal itu menyusul dinyatakannya ada warga yang terpapar pandemi covid-19.

Bagaimana tidak, hampir seluruh bidang tergerogoti. Hal tersebut juga menyasar pada bidang Pendidikan, di mana bidang tersebut juga termasuk ke dalam ruh yang sangat penting dalam suatu negara selain perekonomian dan bidang keamanan (tanpa merendahkan bidang lain).

Kembali ke bidang pendidikan, adanya pandemi covid-19 ini memberikan jarak antara guru dengan peserta didik. Guru tetap dihadapkan dengan kewajiban datang ke sekolah walaupun dengan sistem piket.

Tetapi saat datang, hanya bangku kosong yang ada di hadapan mereka. Pendidik berusaha menyesuaikan kebiasaan ini selama 3 bulan pertama. Hari demi hari dilalui, bagi guru yang terbiasa bercengkerama dengan laptop, PC bukan merupakan hal yang sulit. Bagi yang tidak terbiasa pembelajaran dengan sistem jarak jauh, menjadi hal yang perlu tenaga ekstra dalam mempelajarinya.

Mau tidak mau, suka tidak suka laptop atau pc akan menjadi teman dekat seorang guru dalam melakukan sistem pembelajaran. Mulai pagi hari saat mata mulai terbuka setelah melakukan sholat shubuh sampai dengan mata akan terpejam laptop atau pc pasti selalu ada disamping guru.

Melihat beberapa media sosial dan berita yang terdapat portal online lainnya, terkesan banyak wali dari peserta didik yang mengeluh saat mendampingi putra/putri mereka saat belajar di rumah dengan menggunakan sistem jarak jauh. Mereka merasa kuwalahan dalam mendampingi putra / putri saat belajar bersama di rumah.

Berbagai macam keluhan sering dilimpahkan dalam cuitan yang mereka upload di status media sosial mereka. Tidak sedikit yang beranggapan materi terlalu sulit, putra/putrinya tidak nurut dengan cara yang mereka berikan dengan dalih anaknya lebih percaya cara yang diberikan oleh gurunya dan lain sebagainya.

Baca Juga:  Etos Kerja Guru di Masa Pendemi

Hal yang sama sebenarnya juga dialami oleh hampir seluruh  guru yang melakukan pembelajaran jarak jauh. Mereka juga rela menomorduakan keluarga mereka demi terlaksananya pembelajaran secara baik. Pembelajaran jarak jauh juga sangat menguras energi bagi seorang guru. Belum lagi jika ada tugas kedinasan yang mendadak harus diselesaikan pada tenggat waktu yang relatif singkat.

Semua profesi yang dihadapkan tidak pada situasi yang kurang mendukung pastinya akan sangat menguras energi dan cepat meningkatkan kepenatan. Secara lahiriah sebenarnya jika ada anggapan bahwa enak jadi seorang guru saat ini dengan hanya duduk-duduk lalu mendapat gaji maka hal tersebut akan sangat membuat perasaan seorang guru marah bahkan kecewa yang teramat sangat.

Seorang guru juga sangat ingin pandemic ini segera berlalu, agar sistem pembelajaran kembali berjalan secara normal. Karena guru yakin bahwa pembelajaran tatap muka masih sangat memiliki kelebihan dibandingkan dengan pembelajaran yang dijalani pada saat ini. Maka marilah kita sama-sama saling menghargai apapun profesi yang terjadi pada saat ini dan berdoa agar pandemic ini segera berlalu.

Penulis: Galih Saputra CN (Guru SDN Sawojajar 5 Kota Malang)