oleh

Pembelajaran Berbasis Proyek pada Implementasi Kurikulum Merdeka

WARTA PENDIDIKAN – Kurikulum Merdeka kini dijalankan oleh 84.034 sekolah dasar di seluruh Indonesia. Jumlah yang sangat besar ketika sebuah kurikulum baru dilaksanakan secara terbatas untuk pemulihan pembelajaran akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Implementasi Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021. Pemulihan pembelajaran tahun 2022 sampai dengan 2024, Kemdikburistek mengeluarkan kebijakan, sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut.

Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka. Dan nanti di tahun 2024 akan menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemdikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Baca Juga:  Sebaiknya Anda Tahu, Ancaman 4.000 Bahan Kimia Pada Rokok

Pada implementasinya, Kurikulum Merdeka mengandalkan model Project Based Learning sebagai dasar pembelajaran yang diampu oleh guru di kelas. Seperti diketahui, menurut Daryanto (2014), pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Dapat dipahami, model pembelajaran PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang dibangun menggunakan kegiatan atau tugas kerja yang memberikan tantangan pada peserta didik, baik dilakukan secara pribadi maupun berkelompok. Kuncinya, PBL mengambil bahan dari terselenggaranya kehidupan sehari-hari dengan mengarahkan pada target terbentukan kecakapan hidup (lifeskill).

Pelibatan kerja proyek di kelas oleh guru terhadap peserta didik, tentu bukan sesuatu yang tiba-tiba terjadi begitu saja. Dibutuhkan perencanaan yang matang dengan ukuran tertentu. Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, ukuran yang dipakai dalam sistem proyek tersbeut adalah Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat P5.