oleh

Memahami Projek P5 pada Kurikulum Merdeka

WARTA PENDIDIKAN – Kurikulum Merdeka besutan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah berjalan satu semester penuh di tahun pelajaran 2022/2023. Kelas 1 dan 4 di sekolah dasar menjadi percontohannya untuk tahun ini.

Selama satu semester itu pula, kepala sekolah, guru dan para pemerhati pendidikan disibukkan dengan berbagai kegiatan sosialisasi terkait pembelajaran dengan sistem kurikulum yang sangat baru tersebut. Kurikulum Merdeka seperti disebutkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, adalah kurikulum percepatan pemulihan pembelajaran. Dengan begitu, guru pengampu kelas, diberikan keleluasaan untuk memberikan pembelajaran kepada peserta didik.

Satu hal penting yang harus pula dipahami guru, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan sitem pembelajaran project based learning (PBL). Hal ini dimaksudkan dengan tujuan penguatan karakter pelajar pancasila, dalam hal ini disebut dengan Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau disingkat dengan akronim P5.

P5, dalam prosesnya dijelaskan dalam ketentuan yang ada, memiliki prinsip-prinsip yang harus ada dalam tahapan prosesnya. Pertama, Holistik. Holistik berarti bersifat keseluruhan yang artinya memandang sesuatu secara utuh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam hal P5, kerangka berpikir holistik mendorong peserta didik untuk menelaah tema secara utuh dan menyeluruh, sehingga proyek dijalankan sebagai wadah untuk meleburkan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu.

Baca Juga:  Termotivasi Karena Kalimat: Menulis Harus dengan Cinta

Kedua, kontekstual. Prinsip kontekstual artinya kegiatan belajar sesuai pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong guru dan siswa untuk menjadikan lingkungan sekitar serta realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama materi kegiatan belajar. Oleh sebab itu, tema project yang disajikan pun sebisa mungkin menyentuh persoalan lokal yang ada di daerah masing-masing alias local content.

Dari proses membuat project yang sesuai dengan permasalahan atau pengalaman nyata, diharapkan siswa dapat mengalami pembelajaran yang lebih bermakna secara aktif untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuannya.