oleh

Guru dan Gagasan Merdeka Belajar

WARTA PENDIDIKAN – Revolusi industri 4.0 menantang dunia pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan  masa kini, yang mulai menekankan pada pengembangan kreativitas serta berpikir tingkat tinggi dan mendorong inovasi belajar berbasis teknologi.

Seiring berjalannya waktu, teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi penggerak industri 4.0 berkembang semakin pesat dan banyak mempengaruhi tatanan hidup masyarakat secara keseluruhan, tak terkecuali dunia pendidikan. Harus diakui, perkembangan teknologi ini sangat membantu dalam memperoleh berbagai macam informasi dan mempermudah akses dalam melakukan berbagai pekerjaan serta menjadi media dan sarana pembelajaran yang digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas belajar peserta didik masa kini.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah Indonesia membuat kebijakan untuk mewujudkan komitmen memajukan pendidikan Indonesia menuju pendidikan pintar. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggagas kebijakan Merdeka belajar sebagai langkah meningkatkan sistem pendidikan Indonesia demi terwujudnya sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki Profil Pelajar Pancasila.

Gagasan ini sejatinya mengusung kebebasan yang diberikan kepada satuan pendidikan untuk berinovasi dalam menciptakan sistem pembelajaran inovatif dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang relevan dengan kemampuan dan kondisi peserta didik. Bukan hanya kebebasan untuk peserta didik, kebebasan yang diberikan dalam merdeka belajar ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengupgrade kemampuan dan menggali potensi guru sebagai aktor penggerak ketercapaian proses belajar dan perkembangan peserta didik.

Baca Juga:  Empat Alasan Mengapa Guru Harus Menulis

Kemendikbudristek melalui Merdeka Belajar menginovasi kurikulum belajar yang dikenal dengan nama Kurikulum Merdeka. Tiga hal yang menjadi pokok dalam pelaksanaan Kurikulum merdeka ini yaitu: 1) Fokus pada materi esensial, sederhana namun lebih mendalam sehingga peserta didik lebih paham dengan materi yang dipelajari. 2) Adanya kebebasan bagi guru dalam melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan keadaan peserta didik. 3) Adanya pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila, dimana melalui kegiatan berbasis proyek ini peserta didik berkesempatan untuk mengeksplor diri sesuai dengan keadaan nyata di lingkungan sekitar.

Namun, hal yang harus digarisbawahi adalah kemerdekaan yang diusung dalam merdeka belajar ini bukan berarti kebebasan yang sebenar-benarnya bebas, tetapi lebih kepada kebebasan dalam berinovasi serta membuat perubahan dalam kultur pembelajaran agar proses pembelajaran menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu juga ketercapaian pembelajaran yang diharapkan bukan hanya sekedar di atas kertas, tapi bersifat nyata yang artinya peserta didik mengerti dan menguasai apa yang dipelajari serta menerapkan karakter yang ditemui dalam proses itu untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.