Kembangkan Budaya Literasi Menulis, Ponpes Darul Ihsan Gelar Pelatihan

BATUSANGKAR – Peningkatan mutu pendidikan, baik di sekolah umum maupun pesantren, perlu dilakukan oleh semua elemen terkait.

Hal itu ditunjukkan oleh pengasuh Pondok Pesantren Darul Ihsan yang berlokasi di Nagari Balimbing, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Melalui kegiatan pelatihan menulis, yang digagas oleh Dewan Pengawas Pontren Darul Ihsan, Kamis (30/11) pagi, pelatihan tersebut pun digelar.

Diikuti oleh seluruh ustadz dan ustadzah, serta santri yang mondok di Pontren Darul Ihsan, Nova Indra, Chief Executive Officer (CEO) Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang berbasis di Kota Malang Jawa Timur, langsung mengampu kegiatan sebagai pemateri.

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa bersinergi dengan salah satu pondok pesantren yang ada di Kecamatan Rambatan dalam persiapan peluncuran Kabupaten Literasi. Semoga pelatihan ini sebagai awal bagi pertumbuhan literasi menulis di Tanah Datar secara terukur,” sebut Nova kepada media ini.

Sementara itu, menurut Ustadz Deni Permana, pimpinan Ponpes Darul Ihsan pada saat memberikan sambutan menyatakan, kegiatan pelatihan kepenulisan yang dikerjasamakan dengan P3SDM Melati, merupakan nilai plus bagi ponpes yang dipimpinnya tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. H. Mukhyar DN dalam penyampaiannya selaku Dewan Pengawan Darul Ihsan, gerakan literasi menulis yang diampu oleh P3SDM Melati tersebut, baru merupakan awal dari kegiatan yang akan disusun dalam beberapa waktu ke depan.

“Ini kesempatan bagi kita semua di Darul Ihsan untuk memiliki ciri khas tersendiri. Ponpes Darul Ihsan pada program ini, adalah satu-satunya lembaga pendidikan keagamaan yang diikutkan oleh P3SDM Melati dalam persiapan launching Kabupaten Literasi,” sebut tokoh pendidik yang juga Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia di Luhak Institute itu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPRN Nagari Balimbing, Hamidi Ramhmat, SH, MA., yang turut mendampingi kegiatan pelatihan menulis tersebut, menyampaikan apresiasinya.

“Kami mendukung kegiatan pelatihan literasi ini. Keterampilan bidang kepenulisan merupakan keterampilan yang perlu dimiliki oleh kita semua, termasuk para santri kita di Darul Ihsan ini,” sebut mantan Asisten Deputi bidang Energi dan Sumber Daya Maritim Sekretariat Negara itu.

Menurut tokok yang juga penulis berbagai buku itu, pihaknya menyetujui bila kegiatan literasi menulis dikembangkan sedemkian rupa. “Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi Darul Ihsan, bukan cuma untuk ustadz dan ustadzahnya saja, tetapi juga untuk pengembangan potensi yang ada pada santri pesantren,” pungkas penulis novel Hujan dan Panas Silih Berganti tersebut. (*)