Tim Humas Kementerian Agama Harus Kuasai Fasilitas Digital

PASAMAN BARAT – Tim Pranata Humas Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Jumat (1/12), memberikan pembinaan sekaligus bimbingan pengelolaan media digital, kepada Wakil Kepala (Waka) Humas Madrasah Negeri bersama Tim Humas KUA (Kantor Urusan Agama) se-Pasaman Barat.

Pembinaan kehumasan bersama Tim Pranata Humas Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Risna Yanti, diiringi Ketua Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Kanwil, Sukmardianto, digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat.

Sebelumnya, kehadiran Tim Humas Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, diterima Pranata Humas Ahli Muda Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Gusmizar, sekaligus sebagai pemandu kegiatan yang diikuti 26 peserta.

Risna Yanti, dihadapan peserta menyampaikan, perkembang zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, termasuk pemanfaatan fasilitas digital kian berkembang, dan merambah kalang generasi penerus, termasuk anak-anak usia pendidikan dini.

Mirisnya, jika ada orang tua kewalahan untuk mendiamkan  anaknya yang sedang menangis, ternyata dengan memberi dan membukakan laman tertentu di Handphone (HP) android, maka anak yang bersangkutan bisa diam.

Artinya, kata Pranata Humas Ahli Muda Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat itu, sangat ampuh pengaruh dan keberadaan HP bagi siapa saja, termasuk anak-anak yang berusia Balita (Di bawah lima tahun).

Bagi Pranata Humas, Waka Humas bersama Tim Humas KUA, khusus di Pasaman Barat, ulas Risna Yanti, harus lihai, lincah dan enerjik untuk memanfaatkan fasilitas digital yang pada setiap harinya, silaku ada dan menemaninya.

Fasilitas media sosial yang bisa dimanfaatkan melalui fasilitas digital dimaksud, ulas Risna Yanti, bukan saja dalam bentuk WhatsApp (WA) dan Facebook (FB), tapi ada Instagram, Twitter, TikTok, YouTube, dan beberapa bentuk aplikasi yang lain. Semua fasilitas itu selalu ada di HP Android setiap Pranata Humas, Waka Humas, atau pada setiap Tim Humas di KUA.

Pranata Humas Ahli Muda Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Gusmizar, mengakui, cukup banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan di setiap fasilitas digital, seperti WA yang ada dan dimiliki setiap orang.

Seiring hal itu, ulasnya, Pranata Humas, Waka Humas dan Tim Humas KUA se Pasaman Barat, diharapkan bisa tampil dan memberikan warna cerah juga cemerlang kepada masyarakat di lingkungannya.

Selain itu, jadilah pelaku Humas menjadi corong informasi bagi institusi, menjadi insan kreator, dan penyejuk di tengah lingkungannya. “Hanya pelaku Humas cecia, kreatif, berinovasi, dan menjadi konten kreator di institusinya adalah sosok yang sukses,” sebutnya.

Setiap petugas humas harus mampu mengaktualisasikan diri baik dalam pengembangan wawasan pengetahuan, program dan orientasi kinerja yang sesuai dengan peran strategis Kementrian Agama, dalam hal peningkatan pemahaman dan pengamalan agama, pembinaan kerukunan antar umat beragama dan mengawal akhlak dan moral bangsa.

Seiring dengan era keterbukaan dan berubahnya paradigma masyarakat terhadap pelayanan publik, kata I Gusti Made, petugas dan kinerja Humas dituntut proaktif dan responsif dalam menanggapi dan meluruskan berbagai permasalahan dan isu aktual yang tengah berkembang di masyarakat yang bersentuhan dengan pelaksanaan kebijakan Kementerian Agama, khususnya di Pasaman Barat.(gmz)