
“Saat ini baru terdapat 782 guru PAI pada SLB yang terdata di SIAGA. Dari jumlah itu hanya 183 GPAI SLB yang PNS, baik yang diangkat oleh Kementerian Agama, Kemendikbudristek, maupun Pemda. Ini berarti lebih dari 50 % SLB yang ada, tidak punya guru PAI,” jelas Amrullah.
Karena itu, dirinya akan berjuang agar jumlah guru PAI SLB terus ditambah, baik melalui formasi CPNS maupun P3K. “Kami akan berupaya agar jumlah guru PAI di SLB ditambah sesuai dengan kebutuhan, baik melalui formasi Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah. Agar setiap SLB mempunyai guru PAI yang kompeten dan sesuai dengan kualifikasi,” katanya.
Amrullah juga minta para guru PAI agar memberi perhatian yang sungguh-sungguh kepada para siswanya sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan nyaman di sekolahnya.
“Saya berharap para guru PAI dapat menumbuhkan rasa kasih sayang sepenuh hati kepada anak didiknya sehingga mereka dapat belajar yang nyaman dan penuh kekeluargaan,” pintanya.
Menurutnya, tugas ini memang tidak mudah karena memerlukan kesabaran yang tinggi. Tapi inilah tugas mulia agar semua anak bangsa mendapat layanan pendidikan yang adil dan setara, tanpa ada diskriminasi.
“Di SLB inilah medan perjuangan yang mulia. Mereka juga anak-anak bangsa yang harus mendapat pengalaman belajar yang nyaman dan menyenangkan hati,” tambah Amrullah, yang pernah bertugas di Kanwil Kemenag Provinsi Banten. (kemenag)



















