Indonesia – Singapura Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berorientasi Masa Depan

Berita Nasional5224 Dilihat

SINGAPURA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, lakukan  pertemuan bilateral dengan Menteri pendidikan Singapura, Desmond Lee di sela-sela penyelenggaraan 14th /ASEAN Education Ministers Meeting (ASED), baru-baru ini.

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi pendidikan Indonesia-Singapura, mulai dari pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, pembaruan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bidang pendidikan, hingga penguatan akses pendidikan bagi peserta didik.

Dalam pertemuan tersebut, Mu’ti menyampaikan, Indonesia menghadapi tantangan besar sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 50 juta peserta didik, yang banyak di antaranya tinggal di wilayah pelosok.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mendorong penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang lebih fleksibel melalui pemanfaatan teknologi untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.

”Kita bisa menggunakan teknologi untuk memiliki akses ke internet, kita bisa menggunakan teknologi termasuk AI, sebagai bagian dari strategi untuk menghilangkan kesenjangan antara pelajar yang tinggal di kota di Indonesia, dan pelajar yang tinggal di pelosok negeri,” ujar Mu’ti.

Mendikdasmen juga menegaskan, pemanfaatan AI harus tetap diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir reflektif dan berpikir kritis peserta didik.

Sebagai ilustrasi, Abdul Mu’ti menceritakan pengalamannya saat meminta AI menyiapkan bahan presentasi dalam bahasa Jawa. AI mengaku tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan bahwa AI tetap memiliki keterbatasan sehingga tidak dapat sepenuhnya menggantikan manusia dalam memahami bahasa, budaya, maupun konteks lokal.

”Kadang-kadang, AI bisa membantu mereka, untuk memiliki narasi atau deskripsi, tetapi, jika berpikir refleksif, dan berpikir kritis, itu tidak banyak,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Desmond Lee menginisiasi pembaruan MoU kerja sama pendidikan yang terakhir disepakati pada 2017.

Menurutnya, perkembangan teknologi, AI, dan berbagai tantangan global perlu direspons melalui kerja sama yang lebih adaptif dan berorientasi ke masa depan, terlebih menjelang peringatan 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dan Singapura pada 2027.

”Sejak 2017, banyak yang telah berubah. Teknologi, AI, fokus kita terhadap masalah di seluruh dunia, sehingga secara domestik, kita mengambil peluang, memperbaiki MoU-nya, menyesuaikan, dan membuatnya berorientasi ke masa depan, untuk kolaborasi Indonesia-Singapura,” kata Desmond Lee.

Selain membahas pemanfaatan teknologi dan penguatan kerja sama pendidikan, kedua menteri juga mendiskusikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura (SIS) yang masa penggunaan lokasinya akan berakhir pada April 2027.

Mendikdasmen berharap kedua negara dapat menemukan solusi terbaik agar layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Singapura dapat terus berlangsung. Keduanya juga membahas peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta pekerja migran Indonesia agar semakin profesional selama bekerja di Singapura.(SP)

Blibli.com
Blibli.com