Mendikdasmen: Perlu Penguatan Kompetensi Guru Vokasi Seni Budaya untuk Siapkan Generasi Kreatif

Seni Budaya2428 Dilihat

YOGYAKARTA – Mendikdasmen Abdul Mu’ti, membuka kegiatan Upskilling dan Reskilling Guru Vokasi Bidang Seni dan Budaya Pola Blended–Magang Gelombang 2, baru-baru ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan turut dirangkaikan dengan pembinaan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen se-Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan, pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada dunia kerja, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendasar, yaitu membangun karakter dan peradaban bangsa melalui pengembangan seluruh potensi manusia.

“Kalau kita kembali ke Undang-Undang Sisdiknas, pendidikan itu tujuannya adalah untuk membentuk atau membangun karakter dan peradaban bangsa. Dan kalau kita bicara tentang penguatan pendidikan karakter, kita bicara mengenai bagaimana pengembangan potensi-potensi fitrah manusia yang dilakukan melalui olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurut Mendikdasmen, seni dan budaya memiliki peran penting dalam pendidikan karena tidak hanya menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi diri, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan keadaban serta jati diri bangsa.

Oleh karena itu, sambungnya, pengembangan pendidikan seni dan budaya perlu dilakukan secara seimbang agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia.

Sementara itu Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyampaikan peningkatan kompetensi guru vokasi menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi dengan BBPPMPV Seni dan Budaya, program ini dirancang agar guru tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, tetapi juga memahami secara langsung budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri.

Pada gelombang kedua ini, sebanyak 177 guru dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program yang berlangsung pada 1–29 Juli 2026. Kegiatan memadukan pembelajaran daring, pendalaman materi di balai, praktik kejuruan, serta magang di industri yang tersebar dalam 17 konsentrasi keahlian di bidang seni dan budaya.

Selain memperoleh materi mengenai kebijakan pendidikan, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence) dalam pembelajaran, praktik kejuruan, hingga pengalaman langsung melalui magang industri yang akan ditutup dengan gelar karya dan uji kompetensi. (SP)

Blibli.com
Blibli.com