
TANAH DATAR – Selain mengurus kegiatan pendidikan dan pengembangan Pesantren Darul Ulum Padang Magek, H. Ampera Salim juga dikenal masyarakat, sebagai salah seorang pegiat bahasa dan budaya Minangkabau.
Dia menaruh perhatian terhadap pelestarian bahasa Minang melalui tulisan, dokumentasi sejarah, dan penyampaian nilai budaya kepada generasi muda.
Salah satu karyanya adalah Buku Si Malanca dan Mak Uniang, yang dicetak penerbit Pena Indonesia pimpinan Yulfian Azrial, konon telah beredar di perpustakaan dan sekolah sekolah di Sumatera Barat.
Ampera Salim dinilai memiliki perhatian besar, agar santri darul ulum, tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memahami akar budaya dan bahasa daerah, sebagai bagian dari identitas masyarakat Minangkabau.
Oleh sebab itu, Yulfian Azrial yang juga Penggerak Literasi ABS SBK dan DR. Andy Mulya Penulis Novel Mak Adang dari Nagari Keramat, dia udang sebagai pembicara dalam seminar sehari di darul ulum, yang berjudul “Gaya Jurnalisme Minang dalam Karya Ampera Salim Patimarajo. Tema: Bakambang Kato & Kaba Simalanca: Dari Carito Jadi Palito, Sabtu siang, (27/6).

“Memahami bahasa Minang itu, sejalan dengan tradisi panjang Pesantren Darul Ulum, yang memakai bahasa Minang dalam membaca kitab tafsir Al Quran,” kata Mak Yum AZ panggilan akrab Yulfian Azrial.
Sementara itu Andy Mulya, mengatakan ada beberapa hal, yang perlu disempurnakan dalam edisi berikutnya.
“Saya sudah memaca buku ini. Secara umum sudah bagus. Meski demikian tempo cerita perlu diulas di dalam buku ini, supaya pembaca tahu tentang apa kisah cerita dalam buku yang penuh sindiran ini,” katanya.
Ampera Salim juga menulis buku Pesantren Darul Ulum Padang Magek, dengan judul “Darul Ulum di Negeri yang Berkah”. Dia juga dulu menulis cerita Samiak dan Si Mayin di Edisi Minggu Harian Padang Ekspres, berbahasa Minang.
Dalam pandangannya, bahasa Minang bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga media mewariskan adab, petuah, dan nilai kehidupan kepada generasi berikutnya.(*)


















