Percayalah! Doa Ibu Lebih Jos dari Doa Para Ustadz

Kisah15 Dilihat

WARTA PENDIDIKAN – Jam 10.30, saya momong anak kembar saya yang saat itu masih sekolah TK . Ada telpon dari seorang ibu di Depok Jabar.

Anak gadisnya sedang kerja di Bontang Kaltim. Sebulan lagi si gadis akan nikah dengan pria asal Boyolali. Ribuan undangan telah tersebar. Katering telah dibayar DP-nya . EO pernikahan siap. Tinggal tunggu hari H. Tapi naas, si gadis inisial FB ini berbalik arah 180 derajat.

Gadis bernama FB ilfil alias ilang feeling alias tak cinta lagi ke calon suami. Dia maksa mamahnya untuk batalkan pernikahan.

Padahal ribuan undangan sudah nyebar. Mamah dan papahnya ndilalah dari Jateng semua, mereka shock .

Mereka menghubungi saudara-saudaranya yang ada di Jawa dan akhirnya ketemu nomor HP saya. Saat itu saya belum punya HP Android. Belum punya WA dan akun media sosial. Baru punya Nokia jadul.

Saya juga bingung. Saya momong anak kembar. Isteri dan ibu saya sedang ada agenda di luar rumah. Saya di DIY, sang mamah ada di Jabar, dan sang anak ada di Kalimantan Timur.

Akhirnya saya nekat, tanpa solusi terencana, saya matur ke sang mamah. “Bunda, mbok ya diam. Jangan nangis. Kalau bunda nangis, saya nggak bisa nolong. Tolong bunda ikuti saya saja, ya. Kita sama-sama menghadap Allah.” Begitu saya ucapkan pada orang tua si gadis.

Lalu saya mengajaknya berdoa, mengikuti apa yang saya ucapkan.

Ya allah . Saya yang dulu  melahirkan anak perempuanku, 25 tahun lalu. semua salah darinya padaku, detik ini kumaafkan . Semua kurangajarnya padaku , detik ini kumaafkan, saya ridho lahir batin dunia akhirat kepadanya, ya Allah. Jangan azab aku melalui anakku, ya Allah. Aku ngaku salah. aku sering banyak dosa pada suami dan ibuku. Tapi ya Allah, jangan yang jadi sial anak gadisku. Aku kapok ya Allah. aku minta ampunanmu, ya Allah. Ya Allah, aku ikhlas berdarah-darah melahirkan anakku. Aku ikhlas menyusuinya siang malam saat ia kecil. Maka ya Allah, ijinkan jin dan iblis yang kini mengganggu jiwanya, hancur dan pergi darinya. Ijinkan duhai Allah, anakku menikah sesuai jadwal.”

Saya nuntuni beliau pakai Nokia jadul. Saya di DIY, Beliau di Depok Jabar, anak gadisnya di Kaltim. Sesekali, doa terhenti karena suara tangis sang mamah ini menjadi-jadi di ujung telepon. Untung tak ada tetangga saya dengar. Selesai telepon, saya memintanya sedekah atas nama anaknya.

Jam 11.30 beliau telEpon saya. Katanya sihir pelet anaknya telah pudar. Si gadis yang telah lama kerja di Bontang ini kembali waras . Kembali mau melanjutkan nikah sesuai jadwal . Sirnalah bayang-bayang Pria Idaman Lain (PIL) yang telah menyihirnya dengan pelet.

Gambaran peristiwa itu, tak mungkin terlupakan oleh saya. Bayangkan, kita ada di 3 provinsi berbeda. Tapi itulah keajaiban doa ibu, sekelas sihir pelet, hancur oleh tangis dan taubat mamahnya.

Segala penyakit tak kasat mata itu hancur lebur oleh maaf dari mamahnya untuknya. Segala bentuk kebaikan untuknya anaknya, terkabul karena ridha dari mamahnya. Dan semua kebaikan itu, dijabah Allah karena doa dari mamahnya.

Dari pengalaman ini, duhai para mamah, para simbok, para bunda, para emak dan ibu, yakinlah lebih hebat doa anda untuk putra-putri anda dibanding doa para ustadz.

Ketahuilah, anda sudah bertaruh nyawa saat melahirkan mereka. Ya, wajar bila doa anda levelnya berada pada very-very important praying.

Karena ASI anda kini jadi daging, darah dan tulang anak anda. Ya, wajar bila potensi doa anda lebih banyak terkabul.

Kekurangan anda, anda lupa untuk percaya diri. Kesalahan anda, anda lupa bahwa di dalam doa anda ada potensi keajaiban bagi keturunan anda.

Dan wahai para papah, para bapak dan ayah. Begitu anda memaafkan dan ridha pada isteri anda , maka Allah akan memback-up isteri anda. Percaya, ya monggo . Ga percaya, kebangetan. (*)

Penulis: Wawan Rongkop

Blibli.com
Blibli.com