Kemkomdigi Ingatkan Risiko Ketergantungan AI pada Daya Pikir Kritis Anak

Teknologi2313 Dilihat

JAKARTA – Wamenkomdigi Nezar Patria, mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) oleh anak.

Pemanfaatan teknologi yang tidak disertai pendampingan berisiko membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.

“Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,” ujar Nezar dalam Peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) kemarin.

Nezar menyebutkan, sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di tengah ekosistem digital yang semakin kompleks, termasuk dengan kehadiran AI.

Kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, platform digital, dan orang tua untuk memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi secara aman dan sehat.

Ia juga mengingatkan sejumlah risiko interaksi digital, mulai dari kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital.

Karena itu, pengasuhan digital perlu dilakukan melalui komunikasi terbuka, pendampingan aktif, serta pemahaman orang tua terhadap fitur keamanan yang tersedia.

Pemerintah telah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), sebagai landasan untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman dan sehat bagi anak.

“Kita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,” tegas Nezar.

Ia pun menekankan orang tua terus dampingi anak. “Semoga kita bisa terus mendampingi anak-anak kita tumbuh besar dalam lingkungan baru di abad ke-21 ini menjadi generasi yang cerdas, lebih tangguh, kreatif, dan inovatif, dan yang penting mereka aman dan selamat dalam mengarungi dunia digital ini,” pungkas Nezar.(infopublik)

Blibli.com
Blibli.com