
“Sekarang sudah ada lebih dari 5.000 Guru Penggerak yang tersebar di seluruh Indonesia, dan program ini masih akan terus kami lanjutkan sampai semua guru di Indonesia menjadi Guru Penggerak yang punya tekad tinggi untuk mentransformasi sistem pendidikan Indonesia. Saya sangat senang melihat partisipasi para guru di dalam platform tersebut,” tutur Nadiem.
Semua transformasi di sektor Pendidikan yang didorong Kemendikbudristek tersebut, perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi digital. Karena teknologi saat ini bukanlah suatu pilihan, tetapi merupakan kewajiban.
“Berkat kolaborasi antara para Aparatur Sipil Negara (ASN) muda di Kemendikbudristek yang berdedikasi dengan generasi muda berketerampilan teknologi yang luar biasa, kami merancang dan meluncurkan sejumlah platform yang bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran dan sudah dimanfaatkan oleh para guru, murid, dan mahasiswa di seluruh Indonesia,” jelas Nadiem.
Hadirnya platform-platform digital yang mudah untuk digunakan dan dirancang sesuai dengan kebutuhan guru, murid, dan mahasiswa mendorong pemerataan kualitas pendidikan yang juga menjadi salah satu tujuan utama dari gerakan Merdeka Belajar.
Nadeim berharap generasi muda dapat melanjutkan transformasi pendidikan yang telah dilakukan Kemendikbudristek. “Perubahan memang bukanlah hal yang mudah, tetapi untuk membawa Indonesia melompat ke masa depan, kita harus berani bertransformasi dan berinovasi. Kitalah yang harus melakukan perubahan itu, tidak besok, tapi dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Nadiem juga tak lupa berpesan kepada generasi muda untuk tetap semangat dalam mengembangkan diri dan tidak takut bermimpi.
“Indonesia butuh pemimpin masa depan seperti kalian yang siap untuk berkontribusi, berani menggerakkan perubahan, dan bertransformasi untuk mewujudkan Merdeka Belajar, membawa bangsa kita melompat ke masa depan,” pesannya. (SP)



















