
Enam kabupaten, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Katingan telah melakukan pengimbasan bahasa Dayak Ngaju. Bahasa Melayu Dialek Kotawaringin telah diimbaskan ke tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Kotawaringin Barat, Kabupaten Lamandau, dan Kabupaten Sukamara.
Sementara itu, Bahasa Maanyan telah diimbaskan ke tiga kabupaten, yaitu kabupaten Barito Timur, Kabupaten Barito Selatan, dan Kabupaten Barito Utara. Bahasa Ot Danum termasuk juga sebagai bahasa yang direvitalisasi dan telah diimbaskan di Kabupaten Gunung Mas dan Murung Raya.
Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022 ini diikuti oleh 13 kabupaten dan 1 kota dari Kalimantan Tengah. Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung secara khidmat dengan nuansa khas Kalimantan Tengah.
Peserta Festival Tunas Bahasa Ibu terdiri atas siswa SD dan SLTP serta guru pendamping menggunakan pakaian khas daerahnya masing-masing. Para peserta ini, siap memberikan performa terbaiknya dalam ekshibisi ataupun lomba. Peserta mendongeng dalam bahasa Dayak Ngaju, bahasa Maanyan, bahasa Melayu Dialek Kitawaringin Timur dan Ot Danum.
Selain itu, sastra lisan, yaitu karungut, seloka, dan tumet leut juga ditampilkan oleh peserta. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Katma F. Dirun, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra).
“Melalui kegiatan ini, selain dilakukan untuk menempatkan kembali bahasa daerah di ranah yang semestinya, juga sebagai promosi kepada penutur muda usia yang juga prioritas. Komunitas dan generasi muda yang menjadi sasaran kegiatan ini wajib lebih mengenali dan memahami bahasa dan budayanya,” ujar Katma F. Dirun.
Peserta dari Kabupaten Kotawaringin Timur berkolaborasi untuk menampilkan sastra lisan berbahasa Melayu dialek Kotawaringin Timur. Sementara itu, peserta dari Kota Palangka Raya berkreasi dengan menampilkan karungut yang dikolaborasikan dengan tarian khas suku Dayak. Karungut di Kalimantan Tengah ada yang berbahasa Dayak Ngaju dan bahasa Ot Danum. Sementara itu, ada juga penampilan Tumet Leut dalam bahasa Maanyan. (SP)



















