
Oleh karena itu, Nunuk berpesan kepada para guru agar bersama-sama berinovasi mewujudkan Merdeka Belajar. “Mari kita bersama bergandengan tangan saling berbagi dalam praktik baik pendidikan demi masa depan Indonesia yang baik,” pesan Nunuk.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BKHM, Anang Ristanto menyampaikan kolaborasi dan gotong royong para guru dan komunitas sebagai pemangku kepentingan Kemendikbudristek mempunyai peran penting dalam kemajuan pendidikan. Menurutnya, melalui mereka berbagai program Kemdikbudristek dapat disampaikan dan diteruskan kepada masyarakat sekitar.
“Semoga lokakarya ini dapat menambah pengetahuan guru-guru yang hadir, dan bisa ditularkan kepada guru-guru lain di daerahnya sehingga Merdeka Belajar dapat terimplementasi dengan baik,” ujar Anang.
Selanjutnya, Anang mengucapkan selamat hari guru kepada seluruh pendidik di Indonesia. “Selamat Hari Guru Nasional untuk semua guru di Indonesia, semoga para guru dapat terus berinovasi dan semangat dalam mencerdaskan anak bangsa sebagai penerus tongkat estafet pembangunan Indonesia,” tutur Anang.
Lokakarya Guru Berkarya, Guru Berdaya diikuti oleh 90 orang guru yang tergabung dalam Komunitas Kami Pengajar dari berbagai provinsi di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua. Selama mengikuti lokakarya, peserta mendapatkan berbagai materi, salah satunya tentang Platform Merdeka Mengajar. Ruth Ayu Hapsari, Tim Pengembang PMM menyampaikan hingga kini sudah ada lebih dari 1,6 juta guru dan tenaga kependidikan yang mengakses PMM.
“Bahkan dari jumlah tersebut, tiga regional dari Komunitas Kami Pengajar yaitu Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara, dan Maluku-Papua telah mendaftar di dalam PMM. Terima kasih atas kontribusinya, semoga regional lainnya juga dapat bergabung dalam PMM,” ujar Ayu. (SP)



















