
Setelah pelaksanaan ToT ini, imbuhnya, Direktorat Pendidikan Agama Islam akan melaksanakan Penilaian Kompetensi (PK) Online, dilanjutkan Bimbingan Teknis (Bimtek) PPKB dengan target 80–100 ribu GPAI tiap tahunnya.
“Dengan agregat angka kepesertaan seperti itu, kami optimis dalam 2,5 tahun seluruh GPAI dapat dijangkau Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB),” tegasnya.
Proses ToT ini juga mengungkap optimisme ke depan dan beragam hal menggelitik lain dari para pelatih. Denik Isrowati (pelatih provinsi) misalnya, dia menyampaikan keyakinannya saat memberikan testimoni.
“Lapis pelatih PPKB GPAI berada mulai dari level nasional, provinsi, dan daerah. Bagi saya, interaksi di dalamnya menumbuhkan rasa kekeluargaan yang kuat dalam meneguhkan optimisme pelaksanaan PPKB ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Syarifuddin N Samsudin (pelatih daerah) asal Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah mengisahkan upayanya mengikuti pelatihan ini.
“Saya harus ke titik di mana sinyal internet bisa saya dapatkan untuk mengikuti ToT ini. Jaraknya berpuluh kilo dari tempat tinggal saya dan berada di wilayah perbukitan,” terangnya.
Syarifuddin menjelaskan, datangnya hujan dan perbedaan waktu saat ToT dilaksanakan menambah tantangan dan ujian tersendiri.
“Saya harus meminjam kendaraan agar dapat tetap mengikuti ToT dan menghindari laptop terkena air. Namun demikian, hal tersebut justru makin memperkuat niat untuk belajar dan meningkatkan profesionalisme selaku GPAI,” pungkasnya. (kemenag)



















