
Terakhir, tahun 2023 ini, satu tim berhasil lolos tahap final dan meraih Juara II Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora. Meski begitu, Andrian mengatakan bahwa tahun ini lebih menantang karena digelar secara offline.
“Dua tahun sebelumnya, lomba ini diselenggarakan secara online melalui Zoom. Sementara tahun ini, final langsung presentasi di hadapan juri. Ini jauh lebih menantang,” jelas Andrian.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, LKTIN ini menghadirkan juri-juri yang profesional dan kredibel, yaitu Dr. Siti Zulaikha Wulandari, S.E., M.Si., dosen Universitas Jenderal Soedirman dan Ubaidillah, M.A., peneliti ahli dari Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora; serta Dr. Muhammad Idham Darussalam Mardjan, S.Si., M.Sc., dosen Universitas Gadjah Mada dan Dr. Didi Tarmidi, M.Si., peneliti ahli Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN untuk Bidang Ilmu Alam dan Teknologi.
Kepala MTsN 9 Bantul Nur Hasanah Rahmawati, mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Aurel dan Nabila. Atik, sapaan akrabnya, mengucapkan terima kasih atas penelitian mereka. Atik akan segera melakukan koordinasi dengan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan serta Koordinator Gerakan Literasi Masemba (GELIMAS) MTsN 9 Bantul untuk menindaklanjuti hasil penelitian tersebut.
“Hasil penelitian ini sangat bermanfaat bagi madrasah untuk mengembangkan program antiperundungan. Jadi, hasil ini akan segera kami tindaklanjuti,” pungkas Atik. (kemenag)



















