Diskusi dengan RAPI, Ini Jawaban PDM Tanah Datar tentang Mitigasi Kebencanaan

Literasi1019 Dilihat

TANAH DATAR – Terima pendistribusian bantuan untuk warga terdampak banjir lahar dingin Marapi yang terjadi pada Sabtu (11/5) lalu dari Pengurus Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Padang Panjang, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tanah Datar gelar diskusi singkat.

Dalam diskusi tersebut, mengemuka pembahasan seputar bagaimana program-program edukasi kebencanaan di tengah warga Muhammadiyah Luhak nan Tuo yang dilakukan PDM setempat.

Menjawab pertanyaan dari angota RAPI Padang Panjang seputar mapping wilayah berpotensi terjadinya bencana di kemudian hari, Dr. Irman ketua PDM Tanah Datar menjawab, saat ini Muhammadiyah Tanah Datar belum melakukan hal itu.

“Kita belum melakukannya. Ke depan, kalau kawan-kawan RAPI Padang Panjang mau bersinergi dengan Muhammadiyah, PDM Tanah Datar sangat membuka diri. Ini kita perlukan untuk mengayomi masyarakat,” sebut Irman didampingi relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Selasa (21/5) sore di posko layanan kemanusiaan Muhammadiyah Tanah Datar.

Melihat peluang tersebut, RAPI Padang Panjang melalui Deni Syaputra Wakil Ketua II RAPI 03.06 disaksikan sejumlah anggotanya, menyatakan kesiapan organisasi pegiat radio komunikasi da arah itu.

“Tentunya kita siap untuk bersinergi. Terutama pada bagian fungsi RAPI sebagai organisasi radio komunikasi. Kita bisa lakukan edukasi terhadap elemen Muhammadiyah di Tanah Datar,” sebut pemegang callsign JZ03FK itu.

Sementara itu secara terpisah, seusai penyerahan bantuan dari RAPI Padang Panjang tersebut, Nova Indra, Direktur lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang berpusat di Kota Malang Jawa Timur menyebut, Muhamamdiyah sebagai organisasi kemasyarakat yang besar dan memiliki anggota yang tersebar di seluruh pelosok, perlu memikirkan edukasi sadar bencana.

“Salah satunya dengan melakukan mapping wilayah yang potensial terdampak bila terjadi bencana seperti banjir lahar dingin yang baru saja terjadi, dan potensi gempa bumi darat yang sangat tinggi,” sebut Nova yang juga anggota RAPI dengan callsign JZ03AQP itu.

Menurut pria yang juga penulis dan peneliti dengan ID Orcid 0000-0003-0397-3513 itu, Tanah Datar yang memiliki wilayah yang sangat luas tersebut, sebagian besarnya adalah area dengan potensi kebencanaan yang cukup tinggi.

“Daerah ini dilalui oleh Patahan Semangko, ada sesar Sianok dan Sumani yang berpotensi dengan gempa sangat merusak. Tentunya mitigasi kebencaaan, baik oleh pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah perlu dilakukan sejak dini. Dan Muhammadiyah, dapat bekerjasama dengan banyak pihak, termasuk RAPI,” sebutnya.

Diketahui, banjir lahar dingin Marapi telah merenggut 67 jiwa dan belasan orang masih dalam pencarian. Menurut Nova, bencana alam yang datang bertubi-tubi, semestinya mendapat perhatian serius dari seluruh elemen termasuk Muhamamdiyah.

“Perlu kesiapan kita semua dalam menghadapi kebencanaan yang tidak dapat diprediksi kapan datangnya,” pungkasnya. (ni)

Blibli.com
Blibli.com