Buku Langkah Strategis Mitigasi Bencana Segera Terbit, Ini Kata Birokrat dan Pengamat

Literasi4756 Dilihat

PADANG PANJANG – Hadirnya buku berjudul  Langkah Strategis Mitigasi Bencana Kota Padang Panjang, disebut pengamat sangat bermanfaat. Khususnya bagi pembaca yang berada di wilayah yang rawan bencana Gunung Marapi, terutama warga Padang Panjang.

Hal itu disampaikan Drs. Ampera Salim, SH., M.Si, seorang birokrat sekaligus pengamat sosial budaya dalam pengantarnya pada buku yang ditulis Nova Indra. Buku tersebut direncanakan terbit dalam beberapa pekan ke depan.

“Nova Indra memulai tulisannya beranjak dari pengalaman Padang Panjang, yang pernah mengalami bencana gempa bumi. Bencana tersebut menjadi sejarah yang  tidak pernah dilupakan masyarakat daerah ini turun temurun,” tulis Ampera yang juga wartawan senior itu.

Gempa yang terjadi pada pukul sepuluh dan pukul dua siang, Senin, 28 Juni 1926 tersebut, sambung Ampera, meluluhlantakkan Padang Panjang dan sekitarnya.

“Sebagaimana ditulis koran Nieuwe Haarlemsche, terbitan 30 Juni 1926, dengan headline ‘Gempa di Sumatera: Padang Panjang Hampir Hancur’,” sebutnya.

Dilanjutkan Ampera, peristiwa itu juga menjadi waktu pengingat di tengah masyarakat. Hal sama di kampung saya di Nagari Padang Magek, Tanah Datar  Sumbar.

“Semasa saya kecil di tahun 1970-an. Orang orang tua, di warung-warung, kalau mengingat masa lalu, mereka akan merujuk kepada peristiwa Gempa Padang Panjang, yang berjarak sekitar 30 Km,” tulisnya.

Mitigasi Bencana di Padang Panjang

Terkait buku yang ditulis Direktur lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati itu, Ampera mengatakan, Nova Indra telah menghadirkan buku itu untuk warga Padang Panjang khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya.

“Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007, mitigasi merupakan langkah penting yang harus dilakukan karena Indonesia terletak di antara tiga lempeng dunia yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Pasifik, sehingga berisiko terjadi gempa, tsunami hingga gunung meletus,” jelasnya.

Mitigasi bencana, sebut Ampera, merupakan upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh individu, kelompok dan seluruh lapisan masyarakat. Perlu adanya kerjasama yang baik antara masyarakat dan pemerintah baik daerah maupun pusat terkait edukasi pentingnya mitigasi bencana. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi resiko bencana.

“Dalam hal mengatasi resiko bencana yang terjadi, saya melihat buku yang ditulis Nova Indra ini, sangat bermanfaat. Khususnya bagi pembaca yang berada di wilayah yang rawan bencana Gunung Marapi, terutama warga Padang Panjang.

Sementara itu, Nova Indra, penulis buku tersebut secara terpisah kepada awak media ini menjelaskan, buku yang ditulisnya merupakan sumbangsih pemikiran bagi daerah yang rentan terhadap ragam kebencanaan.

“Mudah-mudahan buku ini menjadi bagian dari dasar berpijak bagi Kota Padang Panjang dalam menyempurnakan mitigasi bencana. Insya Allah dalam beberapa pekan ke depan akan terbit dan dapat dibaca oleh khalayak,” katanya. (*)

Blibli.com
Blibli.com