IFP di Maumere, Ciptakan Pembelajaran Interaktif di Ruang Kelas

Berita Daerah3220 Dilihat

MAUMERE – Program Digitalisasi Pembelajaran terus diperkuat sebagai upaya menghadirkan proses belajar yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.

Kebijakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 Tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah SMASK Bhaktyarsa Maumere yang telah menerima dan memanfaatkan PID dalam kegiatan belajar mengajar.

Pemanfaatan perangkat tersebut tidak hanya menghadirkan tampilan visual yang lebih menarik, tetapi juga membuka ruang pembelajaran yang lebih partisipatif dan kolaboratif.

Dalam praktiknya, penggunaan PID atau IFP membantu guru menyampaikan materi secara lebih dinamis melalui tampilan multimedia, simulasi, serta integrasi bahan ajar digital.

Proses pembelajaran yang sebelumnya bergantung pada papan tulis konvensional kini berkembang menjadi pengalaman belajar yang lebih interaktif, di mana murid dapat terlibat langsung melalui diskusi, presentasi, maupun praktik berbasis visual.

“Kehadiran PID sangat membantu guru untuk terus berinovasi agar pembelajaran tidak monoton. Secara tidak langsung, ini juga mendorong peningkatan profesionalisme guru dalam memanfaatkan teknologi,” ujar Kepala SMASK Bhaktyarsa, Sr. Marcelina Lidi.

Guru mata pelajaran juga merasakan perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Makrina Liliosa Elmi, Guru Pendidikan Kewarganegaraan, menyampaikan bahwa dengan fitur layar sentuh dan kemudahan akses berbagai sumber belajar digital, penjelasan konsep materi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.

“Anak-anak sangat antusias menggunakan PID. Perangkat ini juga menambah referensi dan variasi metode mengajar saya sebagai guru,” ungkapnya.

Antusiasme serupa ditunjukkan para murid. Materi yang disajikan melalui animasi, video, maupun latihan interaktif membuat suasana kelas terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Venansius Juliano Gesiraja, salah satu murid SMASK Bhaktyarsa, mengatakan penggunaan PID membuat pelajaran terasa lebih mudah dan menarik karena didukung berbagai konten visual. “Menggunakan PID ini membuat materi lebih mudah dipahami karena banyak video pembelajaran yang membantu. Kami juga bisa mengerjakan LKPD dengan lebih praktis,” ujarnya.

Pemanfaatan PID di SMASK Bhaktyarsa Maumere menjadi gambaran konkret bagaimana teknologi mampu memperkaya metode pembelajaran di kelas. Dengan dukungan perangkat digital, interaksi antara guru dan murid semakin aktif, materi lebih mudah dieksplorasi, serta suasana belajar menjadi lebih hidup.

Sejalan dengan transformasi pembelajaran berbasis digital tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa teknologi tidak menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.

“Tetap guru yang menjadi kunci. PID ini adalah media pembelajarannya,” ujarnya.

Ia juga mendorong para guru untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital terintegrasi yang menyediakan video pembelajaran interaktif, artikel, laboratorium maya, gim edukasi, hingga latihan soal yang dapat diakses oleh guru dan murid.(SP)

Blibli.com
Blibli.com