FLS3N Dikdas 2026 Ditutup, Kepala Puspresnas Sampaikan Hal Ini

Berita Nasional1442 Dilihat

JAKARTA – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional tahun 2026 resmi ditutup.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, menyampaikan apresiasi kepada para murid yang telah menjadi finalis FLS3N tingkat nasional. Ia menilai para murid telah menunjukkan bakat dan talenta yang berperan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan, termasuk melalui bidang seni dan sastra.

Menurutnya, FLS3N bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bagi murid untuk menghadirkan karya yang menunjukkan kerja keras, kreativitas, dan cerita dari daerah masing-masing.

“Saya sangat bangga dalam penyelenggaraan kompetisi ini kalian telah menunjukkan bakat-bakat talenta dan kalian yang menjadi ujung tombak utama dalam menjaga kebudayaan dan melestarikan kebudayaan,” ujar Maria di Jakarta baru-baru ini.

Ia juga mengajak para murid untuk tidak berhenti berkarya setelah kompetisi berakhir. Prestasi yang diperoleh dalam FLS3N diharapkan menjadi bagian dari perjalanan untuk terus mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.

“Jangan hanya sekadar ingin berprestasi tapi juga berkreasi. Jangan pernah berhenti berkarya. Jadikan prestasi ini bukan sebagai garis akhir, tetapi sebagai awal dari perjuangan yang lebih panjang,” lanjutnya.

Seluruh rangkaian FLS3N jenjang pendidikan dasar tingkat nasional 2026 mencakup tujuh cabang ajang untuk murid SD, yaitu Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Sementara itu, terdapat delapan cabang ajang untuk murid SMP, yaitu Ansambel Campuran Tiga Alat Musik, Ilustrasi, Kreativitas Musik Tradisional, Mendongeng, Menyanyi Solo, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Lebih lanjut, Kapuspresnas menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat, kreativitas, keberanian, kedisiplinan, dan sportivitas selama mengikuti kompetisi. Ia menyampaikan para peserta yang meraih penghargaan mendapatkan medali, sertifikat, dan uang pembinaan.

Sementara itu, bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi tetap menjadi bagian penting dalam proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta.

“Penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan talenta. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh penghargaan, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses belajar, aktualisasi diri, dan perjalanan mengembangkan talenta,” ujar Maria.(SP)

Blibli.com
Blibli.com