Pentingnya Peran Pendidikan dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Berita Nasional3456 Dilihat

BOGOR – Kemendikdasmen menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata pelestarian keanekaragaman hayati.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan The 5th International Conference on Tropical Biology (ICTB) 2026 di Bogor, yang mempertemukan peneliti, akademisi, pendidik, pembuat kebijakan, mahasiswa, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara, Senin (5/10) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan, Kemendikdasmen, Moch. Abduh menyampaikan, keanekaragaman hayati merupakan fondasi kehidupan yang menopang sistem pangan, perekonomian, warisan budaya, dan keseimbangan ekologi.

Namun, kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan iklim, degradasi lahan, serta pembangunan yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama lintas negara, disiplin ilmu, dan generasi.

Menurutnya, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun masa depan yang berkelanjutan.

Abduh menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk cara berpikir, sikap, dan hubungan manusia dengan lingkungan.

Oleh karena itu, pembelajaran perlu memberikan pengalaman langsung agar peserta didik mampu memahami ekosistem serta berkontribusi dalam pelestarian alam. Ia menegaskan,

“Sebuah sekolah juga tidak terpisah dari lingkungannya. Sebaliknya, lingkungan itu sendiri seharusnya menjadi ruang kelas hidup. Hutan, sungai, gunung, kawasan pesisir, dan taman nasional dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar untuk menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kondisi nyata,” ujarnya pada ICTB 2026 sekaligus acara peluncuran PROTIBAGURU (Program Praktik Baik Guru Berkelanjutan) di Bogor (5/10).

Koordinator ICTB 2026, Dewi Suryani, menjelaskan, konferensi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengembangan kolaborasi di bidang biologi tropis. ICTB 2026 menerima 51 makalah/karya penelitian, terdiri atas 43 presentasi lisan dan delapan presentasi poster.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang mencakup mahasiswa, guru, dan pemakalah dari sembilan negara, yaitu Aljazair, Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Polandia, Tailan, dan Timor-Leste.

Ia berharap konferensi ini dapat memperkuat kolaborasi untuk mendukung masa depan kawasan tropis yang berkelanjutan.

ICTB 2026 menjadi momentum untuk memperluas jejaring kolaborasi dan mempertemukan berbagai gagasan dalam menjawab tantangan pelestarian keanekaragaman hayati tropis.

Hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama dalam penelitian, pendidikan, dan penerapan di masyarakat demi mendukung keberlanjutan lingkungan. (SP)

Blibli.com
Blibli.com