
TAKALAR – Pemerintah Kab. Takalar terus berupaya dalam percepatan penurunan stunting. Salah satunya terlihat dari Rapat Koordinasi Rembuk Stunting Tingkat Kab. Takalar yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kab. Takalar di Gedung PKK Kab. Takalar, sebulan lalu.
Penganangan kasus stunting di Kabupaten Takalar, menjadi kegiatan serius dari pemerintah daerah. Kasus stunting ini merupakan problem yang perlu penanganan intensif, agar masyarakat Takalar bisa keluar dari persoalan ini dan angka prevalensinya menurun drastis.
Di Desa Lantang Kabupaten Takalar, ikut meneruskan program penanganan stunting yang ada di wilayah tersebut. Pemerintahan Desa Lantang, mengupayakan pencegahan awal dalam kasus stunting tahun 2024.
Menurut Kepala Desa Lantang Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Hamzah Daeng Tompo, saat dikonfirmasi di kediamannya, Kamis (20/6/2024) mengatakan, saat sekarang ini di desanya berupaya semaksimal mungkin menurunkan angka stunting di tengah masyarakat.

Menurut Hamzah, stunting adalah kasus kekurangan gizi anak, perlu dicegah demi kenormalan kesehatan dan pertumbuhan anak.
“Dan keterlibatan petugas pencegahan stunting di Desa Lantang, melibatkan semua unsur kader Desa, Binmas, Babinsa, dan petugas kesehatan dari Puskesmas,” terangnya.
Hamzah Daeng Tompo mengatakan, dari bulan sebelumnya stunting di desa Lantang cukup melonjak.
“Kini agak menurun atau berkurang, dan harapan ke depan kita berupaya bersama petugas stunting dapat keluar dari kasus ini,” pungkasnya”.(saifuddin)



















