MPI Mengakselerasi Transformasi Sistem Pendidikan Indonesia

Berita Nasional5613 Dilihat

JAKARTA – Dalam upaya mengakselerasi kualitas pembelajaran bagi seluruh murid di Indonesia, Mitra Pendidikan Indonesia (MPI) di bawah kepemimpinan Kemendikbudristek dan Kemenag, selenggarakan Annual Joint Sector Review (AJSR) baru-baru ini.

Kegiatan itu melibatkan unsur lembaga pemerintah, mitra pembangunan, organisasi masyarakat, guru, pimpinan sekolah, dan sektor swasta. AJSR 2024 merefleksikan tentang bagaimana Indonesia dapat memperkuat aspek-aspek kunci dari ekosistem pendidikan.

Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan pertama untuk mengukur implementasi dokumen Partnership Compact (PC) Indonesia.

Dokumen yang telah dipublikasikan dalam laman Global Partnership for Education (GPE) tersebut, merupakan refleksi dan upaya kolaboratif MPI. Dalam penyusunannya, MPI menentukan visi dan upaya prioritas dalam memperbaiki praktik pengajaran, kepemimpinan pendidikan, dan lingkungan pembelajaran di Indonesia.

Kepala Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Irsyad Zamjani, mengapresiasi AJSR 2024 yang memberikan kesempatan penting bagi berbagai mitra untuk berkolaborasi meningkatkan kualitas pembelajaran.

“Forum ini harapannya menjadi katalis dalam mengakselerasi kebijakan pendidikan saat ini dan di masa depan,” ungkap Irsyad.

Isu perubahan iklim menjadi salah satu topik pembahasan dalam AJSR 2024. Dampak perubahan iklim mendorong adaptasi yang begitu dinamis bagi sektor pendidikan.

Para peserta membahas strategi dan kolaborasi dalam menjawab tantangan tersebut agar relevan dengan konteks lokal masyarakat Indonesia.

Isu perubahan iklim ini telah menjadi perhatian besar bagi Indonesia, salah satunya melalui pengarusutamaan isu perubahan iklim dalam Kurikulum Merdeka.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menjelaskan program KREASI memperluas peluang dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di sekolah berbasis agama.

“Dengan kolaborasi para mitra pendidikan dalam memenuhi beragam kebutuhan murid, termasuk mereka di sekolah berbasis agama, peningkatan kualitas pembelajaran dapat terwujud, baik dalam aspek literasi, numerasi, maupun keterampilan abad ke-21 serta pengembangan karakter,” tambah Rokhmad.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta merefleksikan kembali pencapaian dan tantangan yang telah dihadapi sepanjang tahun melalui perspektif berbagai pemangku kepentingan.

Sesi refleksi tersebut menjadi kesempatan berharga untuk menghubungkan poin-poin kunci hasil diskusi. Diskusi berlangsung dinamis, menggali berbagai pendekatan inovatif yang diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi yang lebih erat ke depan. (sp)

Blibli.com
Blibli.com