
PADANG PANJANG – Hari kedua kegiatan Bankom Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), tim yang ditunjuk Pengurus Wilayah (Pengwil) 06 Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), tetap jalani kegiatan dengan serius.
“Walaupun sejak hari pertama kondisi cuaca terus diguyur hujan deras, Tim Bankom RAPI tetap bertugas. Namun, beberapa aktivitas yang biasa dilaksanakan dalam Bankom sedikit terganggu oleh cuaca,” demikian sebut Sunarso Mintaraga, Ketua Tim Bankom setempat, Selasa (24/12).
Menurut mantan anggota TNI dengan pangkat terakhir PembantuLetnan Satu (Peltu) itu, biasanya dalam kegiatan bankom Nataru, ada aturan teknis bagi anggota yang sedang piket untuk monitoring lapangan di seputar kota.
“Sejak kemarin kita belum melakukan monitoring langsung ke lapangan karena hari hujan sejak pagi hingga malam. Namun kita tetap bisa monitor melalui radio komunikasi,” papar pemegang callsign JZ03FAJ itu didampingi Catur Tulus Prasetyo, salah seorang anggota RAPI yang turut menjalankan tugas piket Bankom.
Disampaikan Sunarso, RAPI pada setiap hari besar dan kegiatan-kegiatan nasional, tetap menurunkan Tim Bankom.
“Ini sudah program rutin RAPI. Jadi kegiatan seperti ini adalah hal biasa bagi kami di RAPI,” sebutnya lagi.
Cuaca Ekstrem Membuat Khawatir
Diketahui, kondisi cuaca di bulan Desember 2024 dengan curah hujan meningkat cukup mengkhawatirkan warga setempat.
“Kita khawatir bencana kembali terjadi di daerah ini seperti sebelumnya. Curah hujan bulan ini sangat tinggi, bahaya banjir dan tanah longsor mengancam daerah ini dan sekitarnya,” sebut salah seorang warga kepada media ini.
Hal itu sesuai dengan penyampakan Kepala BMKG baru-baru ini, musim hujan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena Indonesia tengah mengalami La Nina Lemah. La Nina adalah fenomena iklim global yang akibat anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya.
Situasi itu terjadi juga karena wilayah Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudra, saat ini Indonesia juga tengah dikepung oleh bibit siklon yang mengakibatkan angin kencang, gelombang tinggi, dan cuaca ekstrem.
Selain itu, dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan potensi Cold Surge (seruakan udara dingin) yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia, juga diproyeksikan aktif selama periode Nataru.(ist)



















