Wamenkomdigi: Kolaborasi Media Jadi Kunci Hadapi Gelombang Disinformasi

Berita Nasional4560 Dilihat

JAKARTA – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak untuk menghadapi tantangan disinformasi yang makin menggerogoti kepercayaan publik terhadap media.

Pernyataan itu disampaikan dalam Forum for East Asia-Latin America Cooperation (FEALAC) Journalist Dialogue 2025 di Jakarta, Selasa (20/5/2025).

“Disinformasi bukan hanya merusak ekosistem media, tapi juga mengancam kohesi sosial. Kemitraan strategis dengan masyarakat sipil dan penguatan literasi media menjadi solusi kunci,” tegas Nezar di hadapan puluhan jurnalis dari 15 negara.

Forum yang berlangsung di Hotel Pullman itu menjadi ajang penting untuk membangun aliansi antarmedia di kawasan Asia Timur dan Amerika Latin.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, mengungkapkan antusiasme peserta dari berbagai negara termasuk Paraguay, Brasil, Chili, Kolombia, Peru, dan Meksiko.

“Kehadiran media ternama seperti Kumparan dan Kompas menunjukkan komitmen Indonesia dalam memimpin dialog ini,” ujar Fifi.

Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menyoroti tantangan khusus yang dihadapi media arus utama. “Dominasi media sosial telah menciptakan lingkungan informasi yang rentan manipulasi. Literasi media menjadi senjata utama masyarakat untuk membedakan fakta dan hoaks,” paparnya.

Totok menekankan perlunya edukasi berkelanjutan untuk membangun ketahanan informasi masyarakat.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemenlu Umar Hadi melihat forum ini sebagai jembatan budaya antara dua kawasan.

“Pertukaran pengetahuan antarjurnalis ini akan memperkaya pemahaman tentang keragaman budaya dan tantangan media di masing-masing wilayah,” jelas Umar.

Harapannya, kolaborasi ini akan melahirkan praktik jurnalistik yang lebih bertanggung jawab di era digital.(infopublik)

Blibli.com
Blibli.com