Peringati Hari Buku Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masih Rendah

Berita Nasional7952 Dilihat

JAKARTA – Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) tahun ini, yang jatuh setiap 17 Mei kembali mengangkat isu literasi sebagai perhatian utama di berbagai daerah.

Sejumlah pemerintah daerah di tingkat provinsi, kota, hingga kabupaten menggelar berbagai kegiatan kreatif guna menanamkan pentingnya budaya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Momentum itu menjadi refleksi atas komitmen bersama untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, dan mencintai ilmu pengetahuan.

Peringatan Harbuknas juga menjadi pengingat akan masih tingginya tantangan literasi di Indonesia. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, beberapa wilayah di Indonesia tercatat memiliki skor Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang masih rendah, di bawah 63,00.

Wilayah tersebut meliputi Sumatra Utara, Banten, Maluku Utara, Papua, Nusa Tenggara Barat, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Provinsi di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara masih menghadapi tantangan serius dalam pembangunan literasi masyarakat.

Sebaliknya, sepuluh provinsi dengan skor IPLM tertinggi, yakni di atas 73,52, antara lain Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Riau.

Berkat kontribusi dari provinsi-provinsi ini, skor IPLM nasional mencapai angka 73,52, menempatkan Indonesia pada kategori “tinggi” dalam skala 0–100.

Ketimpangan itu menunjukkan bahwa pembangunan literasi belum merata. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan untuk meningkatkan capaian literasi nasional, sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah.(infopublik)

Blibli.com
Blibli.com