Transformasi Besar STKIPM Sungai Penuh: Menuju Universitas Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci

Seni Budaya4790 Dilihat

SEKOLAH TINGGI Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (STKIPM) Sungai Penuh, Jambi, tengah menapaki babak baru dalam sejarah pendidikannya. Lembaga ini kini sedang mempersiapkan diri untuk bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci (UMSPK) sebuah langkah strategis dan monumental yang mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi di kawasan barat Sumatra itu.

Transformasi ini bukan sekadar pergantian nama. Ia merupakan bagian dari visi besar Muhammadiyah untuk memperluas cakupan keilmuan, memperkuat peran dakwah intelektual, serta menyesuaikan diri dengan tantangan zaman. Dengan status universitas, UMSPK akan menghadirkan program studi lintas bidang yang tidak lagi terbatas pada ilmu keguruan, tetapi juga mencakup berbagai rumpun ilmu lain yang relevan dengan potensi lokal dan kebutuhan nasional.

Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Sungai Penuh dan Kerinci. Kehadiran UMSPK diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan keilmuan, inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan kaderisasi pemimpin umat berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.

Transformasi STKIPM menuju UMSPK diawali dengan restrukturisasi kepemimpinan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melalui Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang). Dr. Mahli Zainuddin Tago, M.Si ditunjuk sebagai Ketua STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh, sementara Nasrullah , SH.MH dipercaya memimpin Badan Pembina Harian (BPH). Keduanya diberi amanah untuk melakukan reformasi manajerial dan kebijakan strategis demi mendorong transformasi menuju universitas penuh.

Sejumlah langkah penting telah dan tengah dilaksanakan:

Pertama, relokasi layanan akademik dan kegiatan perkuliahan sementara ke dua lokasi: kawasan Karya Bakti dan eks Kantor Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh di Kawasan Kumun.  Relokasi ini difasilitasi oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi institusi. Gedung ini dipinjamkan oleh Pemkot Sungai Penuh  sembari menunggu di bangunnya Kampus baru yang lebih luas dan futuristik yang kini tengah dipersiapkan.

Kedua, pengambilalihan tata kelola kampus dari kepemimpinan sebelumnya, termasuk penataan ulang administrasi, kepegawaian, dosen, serta pelayanan kemahasiswaan. Proses ini dilakukan secara tertib dan profesional, dalam koordinasi erat dengan mitra utama, yakni Majelis Diktilitbang.

Ketiga, telah diperoleh lokasi baru  untuk pembangunan Kampus Terpadu UMSPK melalui wakaf dari seorang tokoh pengusaha sukses asal Kumun, H. Murady Darmansyah. Beliau mewakafkan sebidang tanah seluas 2 hektar di Kumun, Kota Sungai Penuh, dan kebun kopi seluas 20 hektar di Pulau Sangkar. Penandatanganan Akta Ikrar Wakaf dilaksanakan di Jakarta, disaksikan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. InsyaAllah, groundbreaking pembangunan gedung utama UMSPK dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang.

Transformasi ini sejalan dengan semangat gerakan Muhammadiyah dalam menjadikan pendidikan sebagai instrumen perubahan sosial. Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, UMSPK diharapkan tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi episentrum perubahan, pusat dakwah keilmuan, serta penggerak kemajuan daerah.

Mari kita dukung dan kawal perjalanan Universitas Muhammadiyah Sungai Penuh Kerinci. Bersama, kita wujudkan lembaga pendidikan tinggi yang unggul, berkemajuan, dan memberi manfaat nyata bagi umat, daerah, dan bangsa.(*)

Penulis: Kasman

Blibli.com
Blibli.com