Menjaga Alam Bagian dari Sujud; Refleksi Ekoteologi Prof. Anne M. Gade di UIN Bukittinggi

Berita Daerah1095 Dilihat

BUKITTINGGI – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi menghadirkan diskursus baru dalam menghadapi krisis lingkungan di Sumatera.

Melalui kacamata Ekoteologi, perguruan tinggi ini menekankan bahwa pelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai ketuhanan.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Faith, Ecology, and Social Change” pada Rabu (31/12/2025), Prof. Anne M. Gade, pakar Studi Islam dan Etika Lingkungan dari University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat, menyoroti bahwa kerusakan hutan di sepanjang Bukit Barisan merupakan dampak dari krisis nalar manusia yang terjebak dalam paham yang meminggirkan Tuhan dalam laku terhadap alam.

“Krisis ekologi di Sumatera tidak cukup diselesaikan hanya dengan angka sains. Ada dimensi transendental yang harus dipulihkan,” ujar Prof. Anne.

Merujuk pada Surat Al-An’am ayat 165 dan An-Nur ayat 41, ia menjelaskan bahwa manusia sebagai khalifah tidak memiliki mandat untuk mengeksploitasi alam tanpa batas. Menurutnya, seluruh elemen alam senantiasa “bertasbih”, sehingga perusakan hutan sama saja dengan menghentikan ibadah alam semesta.

Sebagai aksi nyata, Prof. Anne mengusulkan aktivasi instrumen keagamaan seperti wakaf lingkungan untuk melindungi hutan dan sumber mata air. Gagasan ini bertujuan mengubah kesalehan personal menjadi amal jariyah yang berdampak luas bagi publik.

Acara yang dipandu Direktur Pascasarjana Prof. Nunu Burhanuddin dan penerjemah Dr. Irwandi Nashir tersebut menarik benang merah penting: keberlanjutan adalah tentang memastikan generasi hari ini tidak merampas hak hidup generasi masa depan.

Rektor UIN Bukittinggi, Prof. Silfia Hanani, menyatakan bahwa pemikiran ini sangat relevan dengan filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Ia berkomitmen menjadikan kesalehan ekologis sebagai identitas akademik kampus.

“Menjaga bumi bukan sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari sujud kita di atas tanah yang hijau,” tegas Prof. Silfia menutup diskusi tersebut. (IN)

Blibli.com
Blibli.com