
BANDUNG – Terkait dengan kesiapan pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Bandung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pengecekan ke setiap sekolah, guna menunjang kelancaran TKA.
Hal ini karena tidak setiap sekolah dapat menjadi tempat pelaksanaan TKA, terdapat sekolah yang masuk zona blank spot internet.
“Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga di dukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,” jelas Asep Saeful Gufron.
Sikap optimis ditunjukkan oleh salah satu peserta TKA bernama Zaskia siswa kelas 9D, yang harus mengikuti ujian dengan kursi roda, karena baru selesai menjalani operasi tulang.
Ia pun menuturkan persiapan yang ia lakukan di antaranya dengan latihan soal dan belajar bersama.
“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” ujar Zaskia optimis.
Hal senada juga disampaikan Ratu Putri Anjani, siswa kelas 9C yang baru selesai mengikuti TKA mata pelajaran Matematika. Walaupun terkendala pada beberapa soal, ia optimis meraih nilai yang baik pada Tes Kemampuan Akademik ini.
“Alhamdulillah lancar, walaupun ada beberapa soalnya yang sulit, tetapi sejauh ini bisa ,banyak soal yang dikerjakan, jadi tetap optimis,” ujarnya.
Kepada teman-teman yang mengikuti TKA ia pun mengajak untuk terus bersemangat belajar dan lebih mempersiapkan diri mengikuti TKA.
“Buat teman-teman yang mengikuti TKA semangat belajarnya, lebih disiapkan lagi, biar TKA nya lancar,” ujar Ratu bersemangat. (sp)



















