Tim Pelatih Silat SMAN 2 Padang Panjang Selesai Susun Materi Latihan

Seni Budaya2587 Dilihat

PADANG PANJANG – Program Silat Tradisi Masuk Sekolah di Sumatra Barat, hingga kini telah memasuki fase pertengahan. Latihan untuk siswa Kelas X di tingkat SMA/SMK, terus dikebut untuk semester kedua tahun pelajaran 2025-2026 ini.

Di SMA Negeri 2 Padang Panjang, sejumlah pelatih silat yang berasal dari beragam aliran dan perguruan pun terus mematangkan materi program tersebut.

“Kita sudah rampungkan materi yang diajarkan satu semester ini, ke depan kita akan selesaikan susunan materi yang akan diajarkan di semester berikutnya. Jadi lengkap untuk satu tahun pelajaran,” demikian disebutkan Drs. Batlimus, salah seorang anggota dewan pelatih silat tradisi di SMA Negeri 2 Padang Panjang kepada awak media Warta Pendidikan, Selasa (21/4/2026) sore.

Disebutkan mantan anggota DPRD Padang Panjang tersebut, materi latihan yang telah disusun itu disesuaikan dengan modul yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi beberapa waktu lalu.

“Ini kita sesuaikan dengan modul dari provinsi. Karena di sini para pelatihnya adalah pentolan-pentolan silat, jadi penyeragaman materi ini sangat perlu agar terbentuk keseragaman program,” sebut Batlimus yang berasal dari perguruan silat Satria Muda Indonesia itu.

Pada kesempatan rapat penyusunan materi yang dihadiri seluruh pelatih silat SMA Negeri 2 Padang Panjang itu, Batilmus mengatakan, materi yang disiapkan tersebut, akan diberikan pada setiap jadwal latihan.

“Kita di sini latihan setiap Jumat siang. Materi-materi itu akan kita sampaikan kepada siswa Kelas X secara merata. Saat ini, tinggal tiga kali pertemuan lagi hingga akhir semester,” ujarnya.

Sementara itu, Dra. Yurnilis, kepala SMA Negeri 2 Padang Panjang yang menghadiri pertemuan itu mengatakan, kehadiran program Silat Tradisi Masuk Sekolah, merupakan program wajib yang sangat diapresiasi oleh semua pihak.

“Kita di sekolah sangat senang dengan program ini. Kebijakan pemerintah provinsi melalui Dinas Pendidikan untuk pelestarian dan pengembangan budaya silat, adalah langkah yang sangat baik,” ujarnya.

Yurnilis menambahkan, dengan adanya materi yang disipkan dewan pelatih silat, maka nanti di akhir semester, penilaian yang akan dilakukan pun akan lebih terarah.

“Insya Allah, program silat di sekolah kami, akan semakin bagus dengan kolaborasi pelatih bersama unsur pimpinan sekolah,” pungkasnya. (*)

Blibli.com
Blibli.com