Bulan Mitigasi Padang Panjang, Ir. Ade: “Saatnya Kukuhkan Mitigasi Struktural, Kultural, dan Spriritual”

Literasi281 Dilihat

PADANG PANJANG – Padang Panjang dikenal sebagai Kota Serambi Makkah. Sebuah identitas yang mencerminkan kuatnya nilai keagamaan dan budaya masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diharapkan menjadi dasar penetapan program Bulan Mitigasi Kota Padang Panjang, dengan tujuan mewujudkan cita-cita Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur — negeri yang baik, makmur, dan berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Pengampun.

Pencapaian program-program mitigasi itu, diupayakan melalui tiga pilar mitigasi yang saling menguatkan, yaitu mitigasi struktural, mitigasi kultural dan mitigasi spiritual,” demikian sampaikan Ir. Ade Edward, pakar Geologi Sumatra Barat kepada awak Warta Pendidikan, Rabu (20/5/2026) melalui pesan singkat.

Dijelaskan mantan Kapusadalops Penanggulangan Bencana Sumbar itu, mitigasi struktural diarahkan pada upaya memperkuat fisik dan infrastruktur.

@alpharescueteam 100 tahun gempa Padang Panjang, peristiwa yang meluluhlantakkan sejumlah daerah di Sumatra, menjadi momentum penyiapan mitigasi komprehensif di semua lini. @Info BMKG Padang Panjang @suaidi ahadi @geopark @Rifnaldi @deny.syaputra71 @radi.chanel #1abadgempapadangpanjang #siaga #bencana #radiokomunikasi ♬ suara asli – Alpha Rescue

“Sementara mitigasi kultural, untuk menanamkan kesiapsiagaan dalam kebiasaan masyarakat. Sedangkan mitigasi spiritual, ditujukan untuk menjaga ketenangan batin dan sikap siaga masyarakat saat menghadapi bencana. Dengan pendekatan ini, kesiapsiagaan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi bagian dari jati diri masyarakat kota ini,” papar sosok yang juga Direktur Patahan Sumatra Institute itu.

Lebih jauh Ir. Ade memaparkan, melalui mitigasi kultural, upaya mengurangi risiko bencana dengan memasukkan kesiapsiagaan ke dalam kebiasaan, pengetahuan, dan nilai-nilai yang sudah hidup di masyarakat, akan benar-benar tumbuh jadi budaya.

“Kalau mitigasi struktural ngurusin fisik, mitigasi kultural ngurusin pola pikir dan kebiasaan orangnya. Tujuannya biar siaga bencana jadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sesuatu yang cuma diingat saat ada peringatan atau ditakuti dengan alasan mengundang bencana,” tegasnya.

“Kita ingin membangun negeri yang sesuai dengan harapan. Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur, negeri yang baik dan diampuni Tuhan. Dengan kondisi ideal itu, tentunya kemajuan pun akan makin terpampang lebar di daerah ini kelak. Konsepnya bukan cuma maju, tapi juga selamat secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Sekaitan dengan rancangan kegiatan refleksi Satu Abad Gempa Padang Panjang, yang ditaja oleh berbagai elemen itu, rencananya penamaan kegiatan dengan sebutan Bulan Mitigasi Padang Panjang disebut Ir. Ade sebagai suatu yang tepat.

“Ini pas banget. Maka di bulan Juni, setiap tahun akan selalu diisi dengan berbagai kegiatan masyarakat. Bukan hanya persoalan mitigasi bencana seperti yang ada dalam rencana kegiatan BPBD, tapi juga oleh masyarakat itu sendiri yang sudah tumbuh kultur kesiapsiagaannya,” pungkas Ir. Ade.(NI)

Blibli.com
Blibli.com