Diplomasi Bahasa dan Sastra Indonesia–Prancis, Pemerintah Dukung Residensi Rimbaud

Seni Budaya2926 Dilihat

SEMARANG – Kemendikdasmen perkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis melalui diplomasi bahasa dan sastra.

Dukungan tersebut ditunjukkan oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menyambut penulis Prancis Louis-Philippe Dalembert di Semarang, baru-baru ini sebagai bagian dari pelaksanaan Program Residensi Rimbaud.

Program yang digagas oleh Kedutaan Besar Prancis dan Institut français d’Indonésie (IFI) bersama Pemerintah Kota Semarang tersebut menjadi ruang perjumpaan antara penulis, masyarakat, akademisi, dan komunitas sastra sekaligus membuka peluang lahirnya karya yang merekam pengalaman Indonesia dari perspektif penulis internasional.

Kepala Badan Bahasa mengatakan, keterlibatan Kemendikdasmen dalam program tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas peran bahasa dan sastra sebagai instrumen diplomasi.

Menurutnya, interaksi kebudayaan melalui karya sastra dapat memperkenalkan Indonesia secara lebih mendalam sekaligus membangun hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Badan Bahasa secara terbuka mendukung Louis-Philippe Dalembert dalam menghasilkan karya sastra selama berada di Semarang. Melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, kami akan membantu memberikan informasi serta fasilitasi yang berkaitan dengan bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan literasi,” ujar Hafidz.

Residensi Rimbaud merupakan program residensi sastra bilateral yang mengambil nama penyair Prancis Arthur Rimbaud.

Semarang memiliki keterkaitan historis dengan Rimbaud karena penyair tersebut pernah tiba di Semarang pada 1876 dan kemudian melakukan perjalanan menuju Salatiga.

Louis-Philippe Dalembert, novelis dan penyair kelahiran Haiti yang kini bermukim di Paris, menjadi penulis pertama yang mengikuti program tersebut.

Selama tiga bulan, September hingga November 2026, ia akan menjalani proses kreatif di Semarang, termasuk berkarya di Lawang Sewu serta berinteraksi dengan penulis, mahasiswa, peneliti, pembaca, dan komunitas melalui diskusi dan lokakarya.

Ruang ini memiliki nilai strategis karena bahasa dan sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan ekspresi budaya, tetapi juga dapat menjadi medium untuk membangun pemahaman lintas bangsa.

Karya sastra yang dihasilkan dalam bahasa Prancis juga akan menjadi penguat upaya memperkenalkan kekayaan tradisi Indonesia ke panggung dunia.

Dukungan Badan Bahasa akan dilakukan melalui Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam memberikan informasi dan fasilitasi terkait bahasa Indonesia serta bahasa daerah yang dapat memperkaya proses kreatif Dalembert selama berada di Semarang.

Program Residensi Rimbaud sebelumnya diluncurkan di kediaman Duta Besar Prancis untuk Indonesia di Jakarta pada 10 September 2026.

Menurut Duta Besar Fabien Penone, program tersebut merupakan bagian dari penguatan kerja sama kebudayaan Indonesia dan Prancis yang sejalan dengan Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan (Borobudur Declaration), yang disepakati dalam kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Indonesia pada Mei 2025.

Ke depan, Kedutaan Besar Prancis dan IFI juga merencanakan pengembangan program residensi serupa di berbagai wilayah Indonesia, termasuk residensi yang berfokus pada penulisan dan penerjemahan.(SP)

Blibli.com
Blibli.com