
Ia dan rekan-rekan juri lainnya mengaku terkesan dengan karya peserta karena telah membuktikan bahwa pandemi bukan halangan untuk berprestasi. Menurutnya, ini adalah harapan positif bagi masa depan penelitian di Indonesia. “Jangan hilang kegembiraan dalam meneliti,” pesannya untuk anak-anak.
Senada dengan itu, juri bidang sosial dan humaniora, Laras Sekarsih mengemukakan bahwa sangat penting bagi seorang peneliti menguasai teknik berkomunikasi. Supaya hasil riset bisa diketahui dan bermanfaat bagi khalayak luas.
Kemampuan peserta yang bisa melakukan riset bahkan dengan metode daring bagi Laras adalah modal dan bentuk adaptasi penelitian dalam menyikapi berbagai keterbatasan. “Adik-adik dengan waktu singkat bisa memodifikasi desain, memindahkan lokasi riset menggunakan daring, membuat poster, melakukan presentasi yang menarik,” katanya.
“Semoga ini bukan puncak prestasi kalian melainkan langkah awal dan batu loncatan bagi prestasi kalian selanjutnya. Jangan berhenti meneliti, berani jujur, meneliti itu seru,” ucapnya.
Kepada para peneliti muda, peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Rindia Maharani Putri, berpesan. “Untuk rajin membaca, pantau perkembangan penelitian yang sudah dilakukan orang lain, pupuk rasa ingin tahu dan motivasi untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.”katanya.
Peneliti ITB lainnya, Fifi Fitriyah Masduki juga berharap, dalam menjawab permasalah global seperti Covid-19, peneliti berkolaborasi dalam mencapai tujuan penelitian yaitu kemaslahatan umat manusia. “Kalian adalah aset bangsa yang berharga. Pertahankan terus untuk berkarya dan menyumbang pemikiran bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Pada kesempatan ini, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama (Kemenag), Umar, menyampaikan dukungannya atas penyelenggaraan KoPSI sebagai wadah dalam peningatan SDM unggul di bidang penelitian. Kemenag mendorong kiprah anak-anak Indonesia menjadi ilmuwan yang mampu menjadikan pandemi sebagai peluang untuk menghadirkan solusi bagi lingkungan sekitar.
“Sisi lain dari pandemi adalah (adanya) kesempatan untuk memanfaatkan tranformasi digital untuk dimanfatkan sebaik-baiknya terutama dalam bidang pendidikan. Kalian adalah contoh siswa Indonesia yang hebat,” kata Umar.
Kepada para pemenang KoPSI 2020, Asep Sukmayadi menyampaikan apresiasinya. “Selamat kepada semuanya yang telah menjadi juara karena telah melalui seleksi yang ketat namun tetap menjaga integritas dan kejujuran,” tutup Asep.
Informasi nama-nama pemenang KoPSI 2020 dapat diakses melalui laman Puspresnas Kemendikbud: pusatprestasinasional.kemdikbud.go.id atau Instagram: @puspresnas. (SP)




















