Berdayakan Pertanian Pesantren, Kemenag gandeng Kementan dan Pihak Swasta

Berita Nasional782 Dilihat

Lebih lanjut, Kyai Sulaeman menuturkan bahwa pihaknya masih sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah. Sebab, saat ini baru bisa melakukan penanaman Porang seluas 12 Ha dari target 80 Ha. Target tersebut belum terpenuhi karena mahalnya bibit Porang, mencapai Rp300ribu per kilo, dan lamanya proses panen.

“Kami sangat membutuhkan support pemerintah agar bisa  mendapatkan tambahan modal budidaya porang ini,” tambah Ketua Presidium FSPP Banten tersebut.

Budidaya porang oleh pesantren di Pandeglang ini didukung sepenuhnya oleh Dinas Peternakan dan Pertanian Provinsi Banten. Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bantren Agus M. Tauhid, melalui arahan dari Gubernur Banten, pihaknya telah menghibahkan lahan seluas 8 Ha kepada Pesantren untuk Budidaya Porang. Dinas juga akan membantu mendampingi agar program budidaya Porang ini sesuai standar teknis dari penanaman hingga panen.

“Alhamdulillah melalui arahan Pak Gubernur, kami telah menghibahkan 8 Ha lahan untuk budidaya Porang. Kami akan terus memberikan pendampingan agar budidaya ini berhasil,” tutup Agus.

Kunjungan lahan pertanian budi daya porang ini diadakan sebelum acara Seminar dan Refleksi Akhir Tahun:  Memperkokoh Jati Diri Lembaga  Tafaqquh fid Din dan Penggerak Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pesantren dan Komunitas’. Kegiatan ini berlangsung dua hari, 18 – 19 Desember 2020, di Pesantren al-Mizan 2.

Kunjungan ini selain disertai oleh segenap pengurus Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP), juga dihadiri Ketua Umum INTANI sekaligus Asisten Staf Khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan, Guntur Subagja, dan Presiden Indonesia-Saudi Arabia Business Council (ISABC) Hasan Gaido.  (*/kemenag)

Blibli.com
Blibli.com