Alternatif Membangun Karakter Siswa Melalui Kegiatan Kesiswaan Walaupun di Tengah Pandemi

Berita Daerah555 Dilihat

“Harapan kami, dengan kegiatan ini adalah semoga saja nantinya mereka ini bisa menjadi teladan bagi siswa lainnya. Yang mana untuk menjadi juara dari kegiatan tersebut bukan saja hanya memiliki wajah tampan dan cantik, namun mereka juga harus memilikin pengetahuan yang luas, dinamis, kreatif dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas,” tegas Cecep.

Apalagi, sambungnya, kita di salah satu wilayah wisata yang banyak dikunjungi orang dari berbagai daerah lain, bahkan negara lain. Diharapkan mereka mereka inilah nantinya yang akan menjadi penujuk atau duta wisata daerah mereka sendiri.

Selain itu, sesuai dengan namanya yaitu Mojang Jajaka, tentunya kegiatan ini adalah salah satu bentuk pelestarian nilai nilai budaya kita utamanya budaya Jawa Barat. Diharapkan nantinya mereka mereka inilah yang akan meneruskan budaya bangsa ini”, ungkap Cecep.

Ditemui di ruangannya, kepala sekolah SMAN 1 Ciwidey Arief Hardiana, M.Pd mengatakan, kegiatan Moka yang telah dilaksanakan oleh SMAN 1 Ciwidey kemarin adalah salah satu kegiatan pemberdayaan dari bidang kesiswaan terhadap minat dan bakat siswa SMAN 1 Ciwidey ini.

“Salah satunya adalah pengembangan bakat seni dan budaya para siswa. Sebagai generasi penerus bangsa, tentunya dalam rangka peningkatan kopetensi juga merupakan salah satu keharusan dalam menjawab tantangan kedepan,” ungkap Arief.

Ditanya juga sejauh apa program dan rencana pengembangan SMAN 1 Ciwidey di bawah kepemimpinanya, Arief mengatakan, banyak harapan yang ingin dia tuangkan di sekolah tersebut. Salah satunya adalah bagaimana caranya agar SMAN 1 Ciwidey bisa menjadi etalase di Ciwidey. Yang mana nantinya jika orang ingin melihat Ciwidey mereka cukup melihat tampilan tayangan SMAN 1 Ciwidey pada media online. Di sana akan ada informasi dari apa yang ingin mereka ketahui tentang pesona dari Ciwidey itu sendiri.

Siswi SMAN 1 Ciwidey yang meraih Medali Perunggu pada KSN Tk. Nasional bidang Kimia, Irma Srimulyati.

“Berikutnya kami akan mengembangkan sebuah Smart School yang terintegrasi. Yang mana di sana lengkap baik dari kondisi siswa, absensi serta lainnya dengan mudah mereka ketahui semua,” ucapnya.

Di akhir, Arief juga mengatakan tentang pengembangan infrastruktur yang saat ini sedang berjalan dan terus berjalan dengan berbagai keterbatasannya. Namun Arief tetap berusaha untuk maksimal mengembangkan potensi yang ada yang tentunya juga akan melibatkan semuanya.

“Sebab, sebaik apapun program dan sistem yang ada, jika tidak adanya dukungan dari semuanya maka tidak akan bisa berhasil. Namun dari sekian banyak program yang ada, salah satu program utama saya adalah bagaimana caranya lebih banyak meningkatkan kegiatan yang mengarah pada ke-religiusan yang akan menjadikan siswa itu lebih berkarakter,” ungkap mantan guru dari SMAN 1 Baleendah itu. (YD)

Blibli.com
Blibli.com