Bentuk Siswa 3T Melalui Pesantren Ramadhan Digital

Berita Daerah394 Dilihat

Saat ditanya apa tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadhan Digital yang sedang dilaksanakan tersebut, Hasan mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan itu adalah untuk meningkatkan wawasan keagamaan dan praktik keagamaan Islam. Meraih keutamaan dilipatgandakannya pahala di bulan Ramadhan, menambah khazanah pengetahuan kita terhadap Alqur’an, menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan kemandirian siswa, serta membuka kecintaan terhadap agama, dan memperluas wawasan keagamaan, dan lain-lain.

Diutarakan juga oleh Hasan, bahwa setiap siswa yang menjadi peserta kegiatan tersebut nantinya juga akan mendapatkan sertifikat dari sekolah bahwa siswa tersebut pernah mengikuti kegiatan keagamaan yaitu pesantren kilat di sekolah.

“Tentunya dalam hal ini, tambah hasan lagi, setiap peserta kegiatan tersebut walaupun dilaksanakan secara online (daring) namun kita tetap ada absensi juga, setiap peserta dapat mengsisi absensi yang sudah kita sediakan (daring),” imbuhnya.

“Kegiatan ini juga mendidik agar siswa terbiasa bersikap jujur dan disiplin. Memang bisa saja mereka tidak jujur yaitu hanya mengisi absensi saja namun pada kegiatan lainnya mereka tidak mengikuti sepenuhnya, dan alhamdulilah tidak ada siswa yang main main atau tidak megikuti kegiatan, semua siswa kami mengikuti kegaiatan tersebut sesuai harapan kami,” tambah Hasan.

Terakhir, Hasan mengatakan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramdahan Digital (PRD) yang dilaksanakan di SMK Panida 1 Katapang tersebut, adalah kegiatan rutin tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan.

“Memang kita selalu mengadakan hal tersebut, kalau dulu sebelum adanya covid-19 kita pusatkan di aula sekolah, namun dikarenahkan ini adalah tahun pandemi maka kita laksanakn secara online (daring), tapi tidak meninggalkan kesemangatan dan kekhusu’an untuk mengikuti acara PRD itu sendiri,” jelasnya.

“Harapan kami tentunya dengan adanya kegiatan ini dapat membentuk generasi yang beriman dan bertaqwa, di tandai dengan kecerdasan sikap pengetahuan dan keterampilan. Memang dalam hal ini tidak kita pungkiri bahwa generasi sekarang  kususnya siswa SLTA atau SMP jika kita perhatikan sudah banyak yang sedikit meninggalkan musholah atau tempat mengaji dengan alasan sudah besar dan malu berbarengan dengan anak kecil, maka dengan adanya PRD ini semoga saja ada sedikit banyaknya perubahan pola pikir mereka bahwa belajar agama tersebut tidak mengenal usia,kapan,dan dimana saja. Semoga,” tutupnya. (YD)

 

Blibli.com
Blibli.com